Pelaksanaan Dana Desa Di Desa Babatan Diduga Sarat Dengan Penyimpangan

Pewarta : Iwan Brata

Koran SINAR PAGI, Kab.Muara Enim,- Pelaksanaan Program Dana Desa di Desa Babat, Kecamatan Belide Darat, Kabupaten Muara Enim, ditemui banyak pekerjaan yang dinilai tidak sesuai dengan standar yang ada, sehingga memunculkan dugaan, telah terjadi penyelewengan dana yang dikucurkan Pemerintahan Republik Indonesia ini, dalam upayanya meningkatkan kesejahteraan rakyat pedesaan.

Salah satunya pada unit Sumur Bor yang berlokasi dipinggiran desa, dimana sumur senilai Rp.39.055.000,- tersebut hanya digunakan untuk pribadi.

“Kami sebagai warga Desa Babat tidak pernah diajak musyawarah untuk pembangunan sumur bor, kami menduga kalau sumur bor tersebut hanya untuk kepentingan pribadi,” ujar RL salah satu warga.

Sumur bor tersebut sudah berfungsi kendati belum selesai dibangun, karena belum ada bangunan penunjang, namun dipastikan sumur bor tersebut digunakan untuk menyiram pembibitan karet dan ada sedikit perkebunan jagung, yang tidak diketahui milik siapa.

Salah satu warga yang enggan menyebut jati dirinya membenarkan kebun disekitar lokasi sumur bor tersebut, “Betul pak, disana ada kebun PKK juga ada sumur bor, katanya kebun milik PKK, tapi kami tidak tahu pasti, termasuk pembibitan karet tersebut milik siapa ?, ujarnya.

Selain itu, tim juga menemukan bangunan Bank Sampah yang dibangun dengan Dana Desa, namun sama sekali tidak difungsikan, kemudian terdapat 2 (dua) unit pemandian umum yang belum selesai dibangun, selanjutnya ada lapangan bola volley, SPAL dan Jalan setapak yang nilai dananya sangat fantastis sementara volumenya tidak sesuai dengan laporan yang diberikan.

Lebih miris lagi, dari data pengalokasian Dana Desa Babatan, tim investigasi juga menemukan ada pekerjaan yang belum dilaksanakan, disinyalir pelaksanaannya fiktip.

Saat coba ditemui untuk konfirmasi terkait berbagai temuan dilapangan tersebut, Kiman Arwadi, Kepala Desa Babat Kecamatan Belide Darat Kabupaten Muara Enim, sedang tidak berada dirumah, demikian juga ketika dhubungi via ponsel nya, walaupun berdering namun tidak diangkat.

Setali tiga uang dengan hal itu, Pejabat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Muara Enim, Baharudin pun enggan memberi komentar terkait hal ini, dia beralasan sedang sibuk, sehingga tidak bisa memberikan keterangan.

Menanggapi hal ini, Ketua Lembaga Advokasi Rakyat Merdeka Gerakan Anti Korupsi (LRAM – GAK) Kabupaten Muara Enim, M Ary Asnawi menduga dalam pelaksanaan dana desa Babat Kecamatan Belide Darat ada perbuatan melawan hukum.

Fia mengaku bingung dengan kondisi Dana Desa Babatan tersebut, padahal menurut dia dalam setiap pelaksanaan dana desa, ada pendamping desa dan dinas terkait yang mengawasi.

“Lantas apa gunanya pendamping desa dan Dinas yang membidangi kalau pelaksanaan dana desa banyak penyimpangan,” ujar Awi.

Kalau melihat pelaksanaan dana desa di Babatan yang kental penyimpangan, tambahnya, diduga kuat telah terjadi perselingkuhan antara oknum pelaksana Dana Desa dengan oknum pendamping desa dan oknum dinas yang membidangi.

“Uang Dana Desa itu uang rakyat, jelas ada konsekwensinya, untuk itu, kepada aparat penegak hukum diminta untuk segera memeriksa pelaksanaan Dana Desa Babatan,” tandasnya.

(17)