Sudah Saatnya Kadin, Lakukan Reposisioning dan Reorentasi Terhadap Perkembangan Jama Berbasis Revolusi 4.0

Pewarta : Agus Lukman

Koran SINAR PAGI, Kab.Garut,- Segudang harapan mengarah kepada Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Garut terpilih nanti pada perhelatan Musyawarah Kabupaten (Mukab) VII Kadin Garut, tanggal 21 Januari 2020 mendatang. Salah satu calon Ketua Kadin, Yudi Nugraha Lasminingrat, menyadari betul akan banyaknya harapan tersebut.

Pada sejumlah media, Yudi Nugraha Lasminingrat, yang juga Ketua BPC Gapensi Garut, menjelaskan pandangannya mengenai apa yang mesti dilakukannya jika terpilih menjadi Ketua Kadin Garut Periode 2020-2025.

Menurut Yudi, Kadin merupakan wadah dunia usaha, seyogyanya harus dapat dirasakan kiprahnya dalam pengembangan dunia usaha terutama sektor usaha kecil menengah. Namun kenyataanya, Kadin lebih banyak berkecimpung di bidang usaha konstruksi yang didanai oleh APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten.

“Oleh karena itu, kedepan Kadin harus menjadi gerbong yang mengakomodasi dan mengembangkan semua gerbong perdagangan dan industri. Sepak terjang Kadin harus mampu dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dan bukan hanya dari pengusaha ke pengusaha,” ujarnya, Selasa (14/01/20).

Seperti diketahui, lanjut Yudi, bahwa tujuan utama dibentuknya Kadin sebagaimana termaktub dalam UU Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri Bab II Tujuan Pasal 3. Bahwa Kamar Dagang dan Industri bertujuan membina dan mengembangkan kemampuan, kegiatan, dan kepentingan pengusaha Indonesia di bidang usaha negara, usaha koperasi, dan usaha swasta dalam kedudukannya sebagai pelaku-pelaku ekonomi nasional dalam rangka mewujudkan kehidupan ekonomi dan dunia usaha nasional yang sehat dan tertib beradasarkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, lalu menciptakan dan mengembangkan iklim dunia usaha yang memungkinkan keikutsertaan yang seluas-luasnya secara efektif dalam Pembangunan Nasional.

“Jadi sangat jelas bahwa sektor jasa kontruksi hanyalah satu bidang bisnis dari sekian banyak bidang yang harus kita berdayakan dan tingkatkan,” ucapnya.

Sementara kedepan, tambah Yudi, kita harus menambah fokus dan mengeksplore pada bidang yang relevan dengan potensi daerah. Misalnya, pertanian, pertenakan, perikanan, pariwisata berbasis agrobisnis, home industri, ekpolrasi SDA yang berbasis lingkungan, dan tentu saja ekonomi kreatif.

“Realisasi itu semua kita bisa melibatkan BUMD dan BUMDes lokal dan tetap menjunjung tinggi kearifan lokal sehingga proses jalannya pembangunan yang disusung oleh pemerintah memiliki kemudahan dan meminamilisir adanya penolakan publik,” ungkap Yudi.

Begitupun pihak pengusaha, kata Yudi, tidak saja berorientasi fast profit (untung cepat) tetapi lebih berpikir long term (untung dan manfaat panjang) dengan mendongkrak dan melibatkan potensi ekonomi kerakyatan. Dengan kata lain, bagaimana Kadin bisa mengeskalasi terjadinya pertumbuhan ekonomi terutama di sektor UMKM.

“Nah upaya peningkatan dan pengembangan sektor perdagangan dan industri ini tidak bisa berjalan dengan efektif dan sempurna, apabila Kadin juga tidak ikut perkembangan jaman dan bertindak dengan pola konvensional. Oleh karena itu, Revolusi 4.0 menjadi sangat penting kaitan dalam mengembangkan tugas KADIN Garut,” jelasnya.

Ditegaskan Yudi, tanpa adanya penyusuaian konsep yang berbasis potensi lokal dengan perkembangan revolusi 4.0, maka akan tertinggal jauh oleh daerah lain. Bahkan negara lain, dalam mendongkrak persaingan bisnis pengusaha Garut.

“Oleh karena itu, kedepan kita akan buat tim IT yang secara khusus mengkonsentrasikan basis pengembangan semua sektor secara digital dan daring dalam bentuk Dashboard System, sehingga kita bisa mengetahui sektor mana saja yang harus kita tingkatkan dan sektor mana yang mengalami penurunan dan pelemahan,” tegasnya.

Dikatakan Yudi, Kadin pun harus mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat dengan mempermudah akses usaha mulai dari perizinan dan pengembangan segala sektor usaha melalui sistem digital yang modern dan mudah dijangkau.

Langkah ini dilakukan dengan tetap menjaga nilai nilai sosial dan budaya masyarakat Garut dalam kerangka menciptakan iklim usaha yang kondusif namun tetap mempunyai daya saing secara global.

Diakui Yudi, melihat potensi SDA maupun SDM Kabupaten Garut yang besar, dirinya merasa terpanggil untuk mengembangkan potensi tersebut, “Itulah diantaranya yang mendorong saya siap menjadi Ketua Umum Kadin Garut,” katanya.

Diungkapkan, langkah awal dirinya jika terpilih, akan melakukan konsolidasi internal, dengan melakukan reidentifikasi semua potensi yang ada.

Kemudian, ujar dia lagi, mendistribusikan bidang-bidang industri dan perdagangan yang masih dianggap tertinggal dan lemah.

Menurutnya, konsolidasi itu baru bisa dilakukan secara masif dan efektif kalau Kadin Garut mempunyai kantor yang tetap dan representatif.

“Insya Allah, jika saya terpilih, dalam waktu yang tidak terlalu lama dan semoga di tahun pertama, peletakan batu pertama Kantor Kadin Garut yang refresentatif sudah bisa kita wujudkan dan rasakan,” ungkapnya.

Karena itu, kata Yudi, sudah saatnya Kadin Garut melakukan repositioning dan reorientasi dengan meninggalkan ketergantungan dari jenis usaha hanya di bidang jasa konstruksi saja.

Pasalnya, bidang kontruksi hanya satu bagian yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan ekonomi. Masih begitu banyak peluang usaha yang mampu menopang pertumbuhan ekonomi dan kenaikan IPM di Kabupaten Garut.

“Semoga Allah SWT meridhoi saya dalam pencalonan ini sehingga apa yang kita inginkan menjadikan Kabupaten Garut yang Bertaqwa, Maju dan Sejahtera bisa terwujud dan dirasakan secara nyata dengan meningkatnya peran dan fungsi Kadin,” pungkasnya.

(7)