learning to write essays hannah arhent essay on race when to use a capital letter uchicago college essay prompts types of narrative essay

Pembangunan Jalan Tol Gedebage – Cilacap Mulai di Sosialisasikan

Pewarta : A Y Saputra

Koran SINAR PAGI, Kabupaten Ciamis,- Konsultasi publik dalam rangka studi analisis mengenai dampak lingkugan (Amdal) rencana pembangunanTol ruas Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap, dilaksanakan di Aula Kecamatan Banjarsari,
Senin (13/01/20).

Hadir dalam acara tersebut Perwakilan dari Dinas PUPRP, DPRKPLH, Bapeda Polres Ciamis, perwakilan warga dari 4 Kecamatan yakni, Cidoloh, Ciamis, Pamarican dan Banjarsari dengan 23 desa yang dilintasi jalan tol tersebut dan perwakilan tokoh masyarakat setempat.

Data Desa yang akan dilewati pembangunan jalan tol tersebut adalah,
Kecamatan Banjarsari,
Desa Cibadak, Desa Cicapar, Desa Ciherang, Desa Ciulu, Desa Purwasari, Desa Ratawangi, Desa Sindangasih, Desa Sindanghayu dan Desa Sindangsari.

Kecamatan Ciamis hanya 1 Desa, yakni Linggasari.

Kecamatan Cidoloh,
Desa Cidolog, Desa Ciparay, Desa Hegarmanah, Desa Janggala.

Kecamatan Pamarican,
Desa Bangunsari, Desa Kertahayu, Desa Margajaya, Desa Neglasari, Desa Pamarican, Desa Sidaharja, Desa Sukajadi dan Desa Sukamukti

Pembangunan jalan tol Gedebage – Cilacap direncanakan akan mulai di bangun pada tahun 2027 mendatang.

Ketua Tim Konsultan PT Citra Buana Konsuliyah, Lupy Handinata, saat di wawancara mengatakan, pembangunan jalan tol ini melibatkan 7 (tujuh) Kabupaten/Kota.

Kita baru melaksanakan 2 kali kegiatan, sebelumnya sudah dilakukan di Kabupaten Cilacap, secara umum kita selesaian dulu di seluruh Kabupaten, kita sudah sepakat 1 Kabupaten 1 kali kegiatan Konsultasi Publik yang berakhir di Kota Bandung dan setelah selesai baru kita susun Dokumen kerangka acuanya dan pembangunan jalan tol tersebut masih dalam proses pembahasan Amdal,” terangnya.

Dengan begitu, lanjut dia, daerah yang kena akses langsung jalan tol nantinya akan terungkit intensitas jasa dan perdagangan, karena, lokasi yang berdekatan bisa lebih strategis mengembangkan berbagai bidang kehidupan perekonomian.

Lanjut Lupy, dokumen kerangka acuan amdal, RKL, RPL itu nantinya sebelum kegiatan itu, “Kita survei dulu untuk tim studi udaranya, kemudian dari tim sosialnya,” pungkas Lupy.

(62)