Dubes Luar Biasa Berkuasa Penuh RI-Uzbekistan Diskusi Grand Design Pembangunan Pendidikan Hingga Isu Global Di Disdik Jabar

Pewarta: Dwi Arifin-Rifa

Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) beserta Dewan Pendidikan Jabar dan kabupaten/kota menggelar rapat terbatas bersama Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan di Operation Room Kantor Disdik Jabar, Jln. Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Senin (13/1/2020) malam.

Pada rapat itu didiskusikan Grand Design Pembangunan Pendidikan, Isu Global, dan Implementasinya di Jabar. Pendidikan di sekolah harus mampu menciptakan atmosfer yang menciptakan siswa untuk berpikir kritis, komunikatif, dan kolaboratif. Siswa dilatih untuk setiap keputusan yang muncul harus berdasarkan keputusan kelompok. Hal ini akan mempengaruhi kemampuan adaptasi dan kreatifitas siswa di kelas atau setelah masuk ke masyarakat. Maka guru harus memiliki banyak kecakapan dalam mendidikan. Dengan berbagai kecakapan itu, manusia akan hidup lebih sejahtera. Hal ini dibahas langsung oleh  Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan, Prof.Sunaryo Kartadinata.

“Pendidikan tidak hanya mengandalkan narasi, tapi juga menciptakan kultur atau suasana pembelajaran melalui kreativitas guru,” ucapnya.

Menurut Sunaryo, kreativitas guru menjadi kunci dalam penguatan pendidikan karakter di sekolah. Sehingga, unsur komunikatif dan kolaboratif harus benar-benar dimaksimalkan. Salah satu bentuk kolaborasi antara guru dan siswa bisa dilakukan dalam penentuan nilai bersumber dari kebersamaan dalam berpikir antar siswa yang dibimbing oleh guru.

“Ketika menentukan jawaban soal, jawabannya itu kesepakatan siswa sendiri atau kelompok? Jika jawabannya adalah pendapat siswa sendiri maka nilai kolaborasi tak terbentuk”

Proses pendidikan, lanjutnya, harus mulai bergeser dengan tak lagi mengutamakan target kuantitatif. Tetapi, fokus pada proses menciptakan anak yang kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab. “Ini menjadi sebuah gagasan pokok untuk pendidikan di Jabar.

Sehingga, peran Disdik bukan sebatas birokrasi, tapi juga merupakan koridor untuk menyatukan visi Jabar ke seluruh kabupaten/kota melalui pendidikan. “Visi itu adalah perekat. Sebab, konsep Jabar Juara enggak bisa dilempar begitu saja,” tegasnya.

Prof. Sunaryo juga menyampaikan saat ini duta besar sudah menjalin kerjasama pengajaran bahasa indonesia hadir difakultas kampus luar negeri. Selain itu juga penting untuk terus mempromosikan potensi wilayah melalui kepala daerah hingga visi pendidikan 2030 yang berbasis inklusi, perdamaian dunia, pendidikan seumur hidup, melalui mengangkat kekauatan lokal, tanpa meninggalkan berkembangnya kearah internasional.

 

Pada ahir diskusi beberapa poin Kadisdik Dewi Sartika rangkum dari tersebut, antara lain seputar pendidikan karakter, politik pendidikan, pemanfaatan sumber daya manusia serta kurangnya tenaga pendidik di beberapa wilayah.

“Pendidikan karakter yang dicanangkan itu berbasis budaya lokal, dengan menumbuhkan kawasan ekonomi yang di dalamnya membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengembangkan potensi tersebut. Kita akan continue learning mengenai hal ini,”

Kadisdik pun mengapresiasi seluruh pemikiran yang disampaikan seluruh peserta rapat. Karena, pada dasarnya penyelenggaraan pendidikan di masyarakat tidak bisa mengandalkan Disdik saja, melainkan harus ada kolaborasi dengan pihak lain yang peduli pendidikan.

Mari kita terus berpikir dan melangkah bersama untuk memanfaatkan budaya lokal agar berkembangkan untuk Jabar masagi. Kita sudah memiliki grand design, selanjutnya perlu sosialisasi yang masif. “Kami berharap, kita di sini menjadi sebuah tim dan keluarga besar penyelenggara pendidikan yang harus bisa memperbaiki diri hingga generasi bangsa. Tidak hanya di ranah kuantiatif, tapi juga melalui nilai-nilai kehidupan yang akan terus kita kembangkan,” sarannya.

Kadisdik menegaskan, Disdik Jabar sangat terbuka dengan seluruh saran dan masukan yang disampaikan. “Kami sangat kooperatif. Bagaimanapun, ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua,” dengan itu kita wujudkan targetnya tidak ada generasi remaja yang putus sekolah. Jabar Juara melalui pendidikan menjadi arah kedepan.

Pada kesempatan diskusi tersebut dewan pendidikan Jabar mengharapkan perlu adanya dewan pendidkan nasional sebagai mitra kemendikbud.

(212)