Member MeMiles Menggugat

Pewarta : Dede M Ramlan

Koran SINAR PAGI, Kab.Purwakarta,- Menyusul penghentian operasional sekaligus penangkapan boss perusahaan Memiles yang bergerak dalam bidang bisnis yang memadukan advertising, marketplace, dan traveling oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur baru-baru ini, para member yang mengaku kecewa dengan penutupan perusahaan tersebut menggelar konferensi pers di Jakarta, Jum’at (10/01/20). Mereka menuduh Polda Jatim telah merampas hak 270.000 member, dan meminta pihak Polda untuk mengembalikan hak mereka yang hilang tersebut.

Dalam raelesenya, member MeMiles mengatakan, Penggrebekan dan penutupan kantor memiles sangat mengejutkan, karena selama ini mereka merasa baik-baik saja, tidak dirugikan oleh perusahaan, bahkan mimpipun tidak, apalagi benar – benar dirugikan.

“Penutupan kantor dilakukan bak menyergap sarang teroris yang akan mengancam nyawa ribuan orang jika dibiarkan. Ada apa dengan semua gerakan ini?”, katanya.

Mereka menuntut transparansi dan azas keadilan dalam prosesnya. “Kami akan kawal kasus ini dan tidak akan pernah kendor sedikitpun, membuka mata lebar-lebar, melihat setiap sudut keadilan dan kami akan melawan jika ketidakadilan itu dipertontonkan kembali dengan cara-cara yang semena-mena,” tambahnya.

Menurut mereka, bisnis di era digital dengan memaanfaatkan teknologi internet adalah bisnis masa kini yang bisa meraup keuntungan melimpah, karena pasarnya luas dan tidak terbatas.

Bahkan, lanjutnta, semua bisnis yang tidak memanfaatkan teknologi internet akan menjadi kuno dan kemudian punah, sehingga dimanakah salahnya kami sebagai member jika memanfaatkan market place yang besar dari aplikasi memiles untuk memasaran produk dan jasa harus dikategorikan sebagai usaha jasa perbankan atau usaha jasa investasi, atau ponzi alias money game ?.

Dianggap Sebagai Perusahaan Investasi Bodong

Dikutip dari Memiles website, Memiles adalah aplikasi yang bergerak di bidang digital advertising. Perusahaan ini dibuat oleh PT kam and Kam yang memadukan tiga jenis bisnis, yaitu advertising, marketplace, dan traveling.

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan pihak Kepolisian, omzet penipuan yang dilakukan MeMiles mencapai Rp 750 miliar dengan ratusan ribu anggota.

Operasional Memiles sendiri telah dihentikan oleh OJK dan Satgas Waspada Investasi pada Agustus tahun lalu.

(41)