PGRI Jabar: Sekolah Harus Berani Menolak & Hati-Hati Di Tahun Politik

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Persatuan Guru Republik Iindonesia ( PGRI ) Jabar fokus membenahi dunia pendidikan dan mengajak pihak sekolah untuk lebih waspada hingga selektif menerima tamu yang hadir ke sekolah di tahun Politik Pilkada 2020.

Ketua PGRI Jabar, Drs. H. Dede Amar, M.M.Pd menyampaikan menjelang pesta demokrasi politik Pilkada serentak. Dari pengalaman adanya bakal calon atau calon kepala daerah yang sosialisasi ke sekolah. Lalu dipolitisir hingga pihak sekolah dan guru dipanggil oleh Bawaslu. Ini menjadi kesadaran jangan sampai sekolah menjadi korban dan tercoreng nama baiknya, jelasnya kepada wartawan media cetak dan online di kantornya  Jl Talagabodas No 56-57; Bandung (8-1-2020)

Dede Amar mengajak semua yang berkepentingan di Pilkada. Mohon jangan dicampur adukan. Karena di sekolah itu banyak latar belakang orang tua siswa dan siswa yang tidak bisa disatukan dalam politik.

Baik sekolah swasta atau negeri, kalau ada yang silahturahmi kesekolah tanya dulu niatnya. Pimpinan sekolah terlebih dahulu menyaring tamu, harus jelas tujuannya dan dari lembaga apa dia? Supaya tidak jadi masalah.

Selanjutnya menyikapi adanya kepala sekolah dan pejabat dinas pendidikan di Kabupaten Bandung yang tertangkap Saber Pungli Polda Jabar. PGRI Jabar sangat perihatin, kasus ini mengarahkan hingga menyadarkan semua unsur di dinas atau sekolah memperbaiki sistem. Merupakan pembelajaran yang sangat luar biasa. Jangan sampai main-main dan macam-macam dengan aturan. Harus berani menolak yang tidak benar.

Sebagai kepeduliannya, PGRI Jabar akan kordinasi dengan pengurus PGRI Kabupaten Bandung memberikan bantuan hukum. Agar terlihat hingga ketemu titik sebenarnya permasalahan dari persepsi yang muncul di media. Semoga cepat selesai masalahnya.

(35)