Sahabat Fortuner Mengular Di Aspal Dari Bandung-Bengkulu

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Bagi banyak orang pada zaman ini keberadaan mobil bukan lagi kebutuhan skunder, tapi jadi kebutuhan pokok yang ‘wajib’ dipenuhi, terutama buat mereka yang punya memiliki mobilitas tinggi dari satu tempat ke tempat lain untuk menikmati masa liburan bersama keluarga.

Ada satu hal menarik lain yang bisa dilakukan pemilik mobil yaitu bergabung dengan komunitas. Baik itu berdasarkan lokasi atau merek kendaraan, bergabung dengan komunitas mobil bisa jadi hal yang menyenangkan. Lebih dari itu, komunitas mobil bisa memberi banyak manfaat baik bagi pemiliknya.

 

Touring sudah seperti hal wajib bagi komunitas mobil. Mengunjungi berbagai tempat yang kadang tidak pernah dibayangkan. Yang pasti, perjalanan touring ini sangat seru dan lebih seru dibanding touring sendirian. Manfaat lain dari touring bareng komunitas adalah saling memperhatikan tanggung jawab satu sama lain. Misal kalau ada satu yang mengalami masalah, yang lain pasti turut mencari dan memberikan solusi. Hal ini dijelaskan ketua bidang keanggotaan Sahabat Fortuner Indonesia, H. Thomas Syaripudin Chobir M.Pd.i di Bardo Auto Care Kopo-Sayati Bandung, setelah usai menempuh perjalanan 4000 KM Bandung-Bengkulu, (06-1-2020)

Pada awalnya cek up kendaran, cek kesehatan keluarga. Sudah tentu agar aktifitas touring tidak terganggu, kondisi mobil juga harus benar-benar sehat, terawat dan senantiasa diperhatikan kebersihannya. Apalagi saat mobil sering digunakan untuk fasilitas hiburan berbasis touring

H. Thomas menceritakan pengalamannya touring dari Bandung ke Bengkulu 22 Desember 2020 sebanyak 8 mobil dengan diketuai H.Cecep Satrianegara S.E, M.M dan wakilnya Surya Arga. Awalnya menuju Merak, naik kapal fery ke Bakawening, lalu masuk ke tol Lampung-Palembang kurang lebih 300 KM. Setelah itu lanjut ke Palembang menuju Jambi 8 jam. Dari Jambi ke Padang melewati danau dan sungai Batang Hari.

Dan kita istirahat di Masjid raya Padang Sumatra Barat. Lalu ke musium Munarman dan lanjut ke Bengkulu lintas Sumatra pada malam hari dan sampai pagi di Bengkulu. Dan menuju lokasi sejarah Rumah singgah bung Karno, fatmawati dan masjid yang di bangun pada zaman presiden Soekarno. Setelah selesai dari Bungkulu kembali ke lagi sampai ke Bandung 2 Januari 2020, lanjut ke Yogya untuk acara pertemuan ASTTI Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia.

H. Thomas merasakan pentingnya istirahat yang rutin saat perjalanan jauh. Setiap 4 jam harus berhenti saat perjalanan siang hari atau saat perjalanan malam 3 jam sekali harus berhenti karena suka ngantuk. Maka penting menjaga asupkan makanan, dan pergantian supir agar stamina tetap terjaga. Tapi ada juga yang tanpa supir pengganti dia tetap kuat.

Dalam ahir wawancaranya H. Thomas menilai dengan Touring akan meningkatkan keharmonisan keluarga, dan touring bersama komunitas ini selain lebih menyenangkan juga hemat juga karena ada seponsor yang masuk ke komunitas. Jalin silahturahmi tanggung jawab, hingga keberanian berjiwa petualang. Alam indonesia itu luas dengan sejarah, keanekaragaman budaya, bahasa dan geografis yang indah. Ucap H. Thomas yang aktif sebagai kepala sekolah SMP Marhas Kabupaten Bandung.

(43)