how to write an introduction for a research proposal psychology research paper example apa explaining a concept essay topics website that analyzes your writing paper editing services writing errors checker

Terkait Dugaan Manipulasi Data Eks Buruh Migran, LSM BNBR Desak Dinsos Lakukan Verifikasi

Pewarta : Asep Darojat/Heryawan Azizi

KORAN SINAR PAGI, Garut,- Menanggapi desakan LSM Bhakti Negeri Bela Rakyat(BNBR) terkait dengan adanya dugaan manipulasi data dalam pemberian bantuan Keuangan bagi Eks Buruh migran yang dianggap bermasalah dari Kementrian Sosial RI.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Drs Ade Hendarsyah MM, saat disambangi Koran SP dikantornya, Senin(30/12). berjanji akan melakukan investigasi pengumpulan data dan bahan keterangan sebagai bentuk pengawasan terhadap Lembaga Kesejahteraan Sosial(LKS), Intan Cendikia Tarogong.

“Pihak Kami sudah terima laporanya dari BNBR. Sesegera mungkin kami akan lakukan investigasi dan pengawasan terhadap LKS yang berdasarkan data yang kami miliki,baru sebatas terdaftar. Kami belum terbitkan rekomendasi sebagai syarat untuk dapat diterbitkanya Ijin Operasional(IO)” Jelas Ade.

Dia juga mengakui bahwa pihaknya belum menerima data Calon Penerima bantuan dari LKS Intan Cendikia.

“Kami belum menerima data dari LKS tersebut, jadi bagaimana Kami lakukan verifikasi kepada sejumlah yang kabarnya 200Orang Calon penerima. Jika nanti setelah kami lakukan Investigasi, ada pembuktian program tidak tepat sasaran, bisa saja Yayasan yang menaungi LKS itu Kami blacklist. Untuk pembuktian pidana nya itu rahah APH” imbuh Ade.

Penelusuran SP pada alamat yang tercantum sebagai Kantor Yayasan Intan Cendekia Tarogong, di bilangan Perumahan Bumi Tarogong. Sama sekali tidak ada aktifitas dan papan nama yayasan.

Pemilik Rumah yang berhasil ditemui menyatakan tidak ada Kantor/Yayasan itu dikediamanya.

“Ini Rumah tinggal Kami bukan Kantor Yayasan Intan Cendekia. Namun jika untuk program bantuan TKW, memang tempat Kami sering digunakan untuk berkumpul. Koordinatornya, Agus, masih Saudara Saya” Ujarnya.

Dihubungi melalui sambungan Selulernya, Agus tidak menampik bahwa pihaknya yang menjadi pendamping bantuan Tersebut dengan menggunakan Yayasan Intan Cendikia.

” Memang benar Kami yang menjadi pendamping, dan sudah mendapat rekomendasi dan terbit Ijin Operasional dari Dinsos Provinsi. Prosedurnya sudah Kami tempuh, dengan Calon penerima bantuan dilengkapi surat keterangan dari Desa/Kelurahan. Saya merasa tidak senang dikatakan adanya manipulasi. Saya banyak kenal Wartawan dan Saya juga Pengurus Ormas” Tukas Agus.

Pernyataann yang di kemukakan Agus sangat bertolak belakang dengan keterangan dan data yang ada di Dinsos Garut.

Penegasan sikap hal itu, di kemukakan Ketua Umum BNBR, Zaenal Sholihin, yang meminta pihak Dinsos dan LKS untuk buka data dan lakukan Verifikasi bersama.

“Agar persoalanya jelas, Kami meminta Dinsos meminta data CPCL kepada LKS. Selanjutnya dilakukan Verifikasi bersama. Temuan Kami atas adanya dugaan Fiktif dan manipulasi data sehingga tidak tepat sasaran, dapat dipertanggung jawabkan. Pernyataan Agus, Saya rasa hanya sebuah kepanikan . Untuk pembuktian nya ada pihak berkompeten, kami akan ungkap biar terang benderang,”Tegas Zaenal.

(53)