Acara Seminar Pranikah Satapak Comunity Jalan Menemukan Jodoh Persiapan Menuju Halal

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Dalam rangka mempermudah pertemuan dengan jodohnya hingga mempersiapkan diri untuk melaksanakan kewajiban menikah. Satapak Comunity menyelenggarakan acara seminar pranikah dengan tema “ Persiapan Menuju Halal ”. Kegiatan yang berlangsung di Robbani Buah Batu Bandung pada 14:00-18:00 wib 28 Desember 2019 lebih diminati kaum hawa dengan peserta hampir 4:1 (wanita-pria). Acara pertama yang akan berlanjut pada febuari 2020 ini dihadiri hampir 40 peserta dari luar kota Bandung dan satu peserta warga negara asing dari Afganistan.

Pada isi sambutannya ketua pelaksana Ahmad menyampaikan selamat datang kepada para peserta seminar. Semoga tujuan saudara/i yang hadir tercapai. Kegiatan ini sebagai bentuk mempersiapkan diri untuk menuju pernikahan, ucapnya saat membuka isi acara.

Selanjutnya hadir dalam acara tersebut narasumber Ustadz Abu Zaki pembina komunitas Ta’arufun membahas tentang proses ta’aruf hingga simulasi pernikahan. “Menikah itu wajib hukumnya bagi yang sudah mampu apalagi yang sudah mau. Pada dasarnya semua harus didasari dengan ilmu, baik untuk meraih cita-cita di kehidupan dunia hingga ahirat. Kalau dalam al-qur’an laki-laki diibaratkan seorang pemburu dan wanita yang diburunya. Karena laki-laki cenderung lebih aktif sedangkan wanita lebih pasif” jelasnya kepada para peserta

Lebih lanjut Ustadz Abu Zaki menilai wanita itu tugasnya mempersiapkan diri untuk layak dipilih, laki-laki yang memilihnya. Dalam proses ta’aruf nanti kalau ada ketentram atau banyak kesama-samaan biasanya akan berlangsung kepada pernikahan.

Ya… wanita itu dipilih laki-laki karena kecantikannya, keturunannya, hartanya hingga agamanya. Kalau bicara cantik semua wanita itu cantik baik kecantikan yang ada pada wajahnya atau dalam dirinya. Dan keturunan hingga hartanya kadang menjadi pertimbangan laki-laki memilih wanita. Keturunanya bisa diartikan memiliki garis nasab keluarga dari yang baik-baik, prestasi atau kempetitif. Dan wanita yang kaya bisa diartikan memiliki ilmu memenejmen keuangan untuk membangun rumah tangga. Tapi laki-laki yang baik cenderung akan memilikih agamanya.

Laki-laki dan wanita yang sholeh sholehah akan dijodohkan karena agamanya. Karena orientasi mereka adalah kehidupan dunia dan ahirat. Ini dijelaskan dalam surat An-Nur ayat 26

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).

Dalam al-qur’an juga dijelaskan keluarga yang ideal ialah mereka yang selalu berdo’a: Robbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota a’yun waj’alna lil muttaqiina imaama (QS Al Furqan 74)

Atau mereka yang selalu saling menjaga diri dari api neraka. Hal ini dijelaskan pada Surah At-Tahrim ayat 6

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”

Ustadz Abu Zaki juga mengajarkan do’a jika diundang dan bertemu sepasang pengantin pada saat simulasi akad pernikahan. “Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fiil Khairin ”Mudah-mudahan Allah memberkahi engkau dalam segala hal (yang baik) dan mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan”

Pada ahir seminar Ustadz Abu Zaki berpesan “jodoh itu kehendak Alloh. Kalau kita belum menemukan jodoh berarti kita belum pantas menikah atau membangun keluarga. Dalam mencari jodoh hilangkan faktor umur, pendidikan dan suku bangsa, tapi utamakan faktor agamanya”

(86)