Masyarakat Desa Balang Baru Apresiasi Kehadiran Rumah Baca 27

Pewarta : Awing

Koran SINAR PAGI, Kab.Jeneponto,- Keberadaan Rumah Baca 27 yang digagas oleh Taufik,S.Sos, biasa disapa Daeng Ngawing, disambut antusias oleh masyarakat termasuk para pelajar, pasalnya, Rumah Baca 27 dianggap telah menyediakan kesempatan dan ruang bagi seluruh lapisan masyarakat untuk menuntut ilmu, melalui membaca.

Menurut Daeng Ngawing, ide mendirikan rumah baca tersebut barangkat dari dan tanggung jawab kemanusiaan untuk berperan serta aktif mencerdaskan masyarakat.

Karena kata dia lagi, hal ini tidak hanya menjadi kewajiban konstitusional negara namun menjadi tanggung jawab setiap manusia menuntaskan kewajiban itu dengan membaca.

“Oleh sebab itulah Rumah Baca 27 hadir menawarkan solusi dan inspirasi pembangunan manusia,” ucap Taufik yang juga menjabat sebagai Korwil Pendidikan Kec.Tarowang pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Jeneponto, kepada koransinarpagijuara.com, Jum’at (27/12/19).

Disebutkan Taufik, ide ini muncul pada tahun 2015 lalu, saat dirinya diangkat sebagai Penjabat Kepala Desa Balang Baru, Kec.Tarowang dan baru pada tahun 2018 keinginannya membangun rumah baca itu dapat terwujud, setelah sebelumnya pada ahun 2017 telah menginisiasi pendirian Taman Kanak – Kanak 27 sebagai upaya mendekatkan serta memudahkan akses pendidikan bagi anak – anak, tuturnya.

Ditambahkan, satu tahun bergerak dalam senyap, ia mengaku tetap setia pada komitmen moral dan perannya mendorong minat dan semangat baca masyarakat Desa Balang Baru, “Membaca adalah keniscayaan dan menjadi sebab bagi hadirnya pelita dan cinta, semangat untuk terus menumbuhkembangkan gerak literasi,” katanya.

Untuk daya tarik, lanjutnya, Rumah Baca 27, sengaja mempersembahkan paket belajar Bahasa Inggiris bagi anak – anak di Desa Balang Baru, terkhusus bagi anak – anak mengintegrasikan peran rumah baca dengan wisata hutan mangrove dalam rangka menjawab tantangan wisata kedepan.

“Melapak buku juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan rumah baca ini,” pungkasnya.

Dia berharap bisa segera dapat mendirikan Community Learning Centre (Pusat Belajar Masyarakat) senagai tempat belajar holistik yang dapat hadir menawarkan dan mempersembahkan solusi bagi pendidikan masyarakat, khususnya pada penuntasan 6 (enam) Literasi dasar, tandasnya.

(109)