immigration reform essay med school essay chicago style paper title page why should you use graphics in a research essay business ethics essay examples how to start a college essay introduction

Sampah Mengkhawatirkan, DPRD Afif: Tegakkan Perda Medan, Tindak Tegas

Pewarta : Ester

Koran SINAR PAGI, Kota Medan,- Masalah sampah saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, bahkan diperkirakan jika tidak segera ada solusi, Kota Medan akan bertekuk lutut menghadapi persoalan sampah, yang pernah Medan disebut kota terjorok.

“Hal paling penting saat ini adalah, Pemko Medan melakukan tindakan tegas, benar-benar menegakkan Perda tentang persampahan. Di perda ada hukuman pidana bagi setiap individu dan perusahaan membuang sampah sembarangan,” ucap Afif di ruang kerjanya Senin (02/12/19).

Senada dengan Afif, anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor menambahkan, “Perda jangan hanya slogan. Pemko harus menegakkan Perda sampah sampai ada yang diumumkan mendapat tindakan tegas. Sehingga masayarakat dan ASN bisa berkaca risiko membuang sampah sembarangan.”

Selain itu Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kota Medan, Afif Abdillah menjelaskan, kurangnya kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan masih menjadi problem di tengah lingkungan masyarakat. Tidak heran jika sampai saat ini Kota Medan terus dihantui banjir.

ASN Berikan Contoh Tidak Buang Sampah Sembarangan

Kalau Perda sampah, tutur Afif, dapat dilaksanakan oleh Pemko Medan dan benar diberi sanksi, tentu ini akan menjadi pelajaran bagi siapa saja yang yang membuang sampah sembarangan. Selain itu Afif berharap peran kepala lingkungan, lurah dan camat untuk bertanggungjawab terhadap kebersihan daerah masing-masing. Bebas dari sampah.

“Pemko Medan juga harus menyediakan tong-tong sampah agar masyarakat tidak kebingungan saat hendak membuang sampah, kita juga akan melihat berapa anggaran untuk penanggulangan sampah sampah tahun depan,” ucap Hafif.

Menurut Afif Abdillah, dengan dana Rp.480 juta perkelurahan, setiap lingkungan harus ada tong sampah. Setiap kepala lingkungan harus dapat bertanggungjawab terhadap tong sampah tersebut. Soal sampah boleh juga dijadikan skors terhadap kinerja lurah dan camat selain penilaian lainnya.

“Selain masyarakat, para ASN diharapkan bisa memberikan contoh dengan kesadaran tidak membuang sampah sembarangan di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing,” tukas Afif Abdillah.

(6)