how to write a thesis for an expository essay evolution of sports cars essay best program for writing a book why be a nurse essay

Guru Honorer Terima Gaji Rp 600 Ribu Per Bulan, Baru Cair dari APBD 15 Desember Ini

Pewarta : Ester

Koran SINAR PAGI, Kota Medan,- Forum Honorer Indonesia adakan sosialisasi dan silaturahmi terkait bantuan APBD kota A (honorer) dan tenaga administrasi sekolah se-kota Medan, sekaligus peringatan hari guru nasional tahun 2019 di SMP Swasta Al-Manar, Jalan Karya Bakti Nomor 34, Kecamatan Medan Johor.

Acara tersebut turut dihadiri Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Medan, T Ahmad Sofyan, Wakil Ketua DPRD Medan Rajudin Sagala, dan HT Bahrumsyah.

Sebanyak 300 honorer, operator dan tenaga administrasi sekota Medan ungkapkan uneg-uneg serta mempertanyakan kejelasan bantuan APBN yang rencananya cair 15 Desember 2019 mendatang.

“Tujuan kegiatan ini untuk mensejahterakan guru honorer dan tenaga kependidikan di kota Medan. Seperti saya yang sudah 16 tahun mengajar ini, Tidak ada pejabat yang berupaya mensejahterakan tenaga kependidikan dan guru honorer. Itulah alasan dibuat acara ini,” tutur Ketua FHI Kota Medan, Fahrul Lubis, senin (02/12/19).

Ia mengatakan dana bantuan APBD yang rencananya akan cair di 15 Desember ini akan diterima kurang lebih 3.000-an guru untuk satu tahun.

Setelahnya tenaga kependidikan berupa administrasi, tata usaha (TU) dan operator akan menerima dana di tahun 2020 sebesar Rp. 600 ribu.

“Untuk 2019 ini fokus untuk guru honorer, yang jelas guru perklaster (masa kerja) empat tahun kebawah Rp. 600 ribu, 4 ke 8 tahun Rp. 800 ribu dan 8 tahun ke atas Rp. 1 juta. Harusnya ini cairnya perbulan, tapi belum cair karena alasan data, inilah diupayakan agar singkron, dan untuk tenaga kependidikan seperti operator, TU di 2020 kemuningkinan Rp. 600/bulan itulah yang terdata sekarang sekitar 429,” katanya.

Ketua FHI Sumut, Andi Subakti menambahkan bahwa kegiatan ini juga sekaligus menjawab pertanyaan para tenaga honorer tentang sistem pencairan bantuan.

“Kita memberikan sosialisasi kepada seluruh guru honorer dan tenaga administrasi. Agar ada kesepamahaman guru honorer terkait dana APBD. Karena terjadi kebimbangan karena selama ini yang ngeluarkan bantuan kan dinas pendidikan kenapa hari ini kok nggak dinas lagi,” katanya

Selain permasalah dana bantuan APBD Ia mengatakan permasalahan guru honorer juga tersangkut pada jaminan kesehatan

Kalau memang jadi satu tahun ini keluar, kami harap pak PLT lah yang akan memberikan ini. Satu lagi Guru-guru ini dengan gaji Rp. 300 ribu sampai sejuta masih dianggap masyarakat miskin. Tapi semua tidak punya PBI, udah bisa kita bayangkan dengan kenaikan BPJS Kesehatan Rp. 80 ribu, dengan gaji demikian dimana kemampuannya, saya setuju kalau guru honorer jadi peserta PBI,” katanya

Ia berharap yang mendapatkan dana APBD tersebut nantinya adalah penerima yang layak yang memenuhi ketentuan yang sudah disepakati.

“Kita menunggu dari komisi dua, senin prioritas utama RDP adalah dinas pendidikan. Nanti kita menunggu undangan dari komisi dua. Tadi kita sudah minta perwakikan kota medan bisa hadir agar bisa menselaraskan data agar yang menerima dana APBD betul-betulah dari mereka yang sudah memenuhi ketentuan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut Sofyan mengatakan agar tidak hanya sebatas janji semata, di hari Senin akan segera dilaksanakan finalisasi.

Hari Senin kita akan finalisasi walikota tentang pemberian hibah pada guru non sertifikasi, dan hari berikutnya kita singkronkan data. Jadi sebelum kami cairkan dana ini, kita harus ferivikasi data yang sudah masuk ke kami, dan setelah disepakati bahwa jumlah alokasi sesuai dengan yang sudah masuk, dan kalau pun tidak sesuai datanya, segera kami minta dinas pendidikan untuk mengkoreksinya kembali. Diharapkan kalau bisa seminggu ini kita cairkan,” katanya.

Meski demikian Ia berharap menuju pencairan dana, tidak akan muncul masalah baru yang dapat menghambat pencairan dana.

“Tapi penting buat diketahui kalau kami tidak akan menyalurkan dana, kalau muncul masalah baru. Kalau masalahnya sudah clear, saya tegaskan akan segera dicairkan. Jadi kita sahkan dulu data-datanya,” katanya.

(3)