make article in essay format parts of expository essay romeo y julieta essay conclussion proper paper format college sociological theory paper topics

Warga 5 Kecamatan di Muara Enim Gagas Pembentuk DOB

Pewarta : Iwan Brata

Koran SINAR PAGI, Kab.Muara Enim,- Demi percepatan kemakmuran masyarakat di 5 (lima) kecamatan, yakni, Kec.Rambang Niru, Kec.Empat Petulai Dangku, Kec.Rambang, Kec.Lubai dan Kec.Lubai Ulu, menggagas untuk pembentukan Daerah Otonomi Baru (pemekaran).

Masyarakat menilai, faktor penunjang untuk terbentuknya sebuah kabupaten baru pemekaran dari Kab.Muara Enim ini sudah memadai, seperti sumber daya alam yang luar biasa banyak dan besar seperti, minyak bumi, gas, batu bara, lahan perkebunan yang luas, potensi perikanan dan sungai serta potensi besar lainnnya dengan didukung dengan sumber daya manusia yang unggul.

Usman Firiansyah, salah satu penggagas terbentuknnya DOB di Muara Enim mengaku optimis pemekaran ini bagian dari strategi dalam mengurangi kemiskinan.

Usman Firiansyah,SH

“Pemerintah akan jauh lebih fokus mengurus masyarakat dalam bingkai kabupaten baru, untuk itu mari bersatu berjuang tanpa lelah, diiringi doa dengan mengedepankan taat aturan demi kebaikan kita dan keturunan kabupaten baru, Go head,” ujarnya.

Disebutkan Usman, saat ini pihaknya tengah dalam tahap sosialisasi, setelah itu baru akan dibentuk tim, “Wacana pembentukan Daerah Otonomi baru (DOB) di wilayah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan masih dalam tahap sosialisasi, rencananya kami akan melakukan pertemuan Rabu tanggal 4 Desember 2019 mendatang, tempat akan ditentukan sehari sebelum hari H,” ungkapnya kepada koransinarpagijuara.com (sigiku.com), Minggu (01/12/19).

Berikut nama – nama penggagas terbentuknya DOB pemekaran dari Kab.Muara Enim, Usman Firiansyah,SH, Trisno Marhadi, Prof.Amin Rejo, H.Amat Tajuddin, Prof.Bandi Hermawan, H.Abson, H.Juhardi, Drs,Aris Mawan, Aswandi, Sutrisno Lubai Ulu, Santo Kumar, Apri Amrullah,S.H, Drs.Midian, Ponto, H.Umam Fajri.

Selanjutnya ada nama, Muslim J.H, Mukhlis Trijaya, Yendi Finatra, Yudi Suhandi, Hengki Triansyah, Umar Salam, Feri Yanto, Indera Gerinam, Iwan Brata Darma, Efri Arlan Heriyanto, Agung Darma Wijaya dan Bili.

(148)