write an essay entrepreneurially how to write an ap analysis essay medical term papers mla format college essay

DPP APDESI: Gubernur & Kadis Jadi Gubernur Desa & Bapak Pembangunan Desa

Pewarta: Dwi Arifin S.Pd

Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, DPMD Provinsi Jawa Barat bersama APDESI Provinsi Jawa Barat menyelenggarkan acara seminar tertib adminstrasi desa dan Musda ke IV pengurus APDESI Jawa Barat.

Pada acara tersebut dihadapan para kepala desa. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku bakal melakukan percepatan program-program pengembangan desa di 2020 mendatang. Tidak hanya itu, dia juga akan menggenjot kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di pedesaan.

”Saya berharap, di 2020 akselerasi ini bisa menghasilkan desa di Jabar juara lahir batin,” ujar Ridwan Kamil usai menghadiri Musda IV DPD Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Jawa Barat, di Hotel Greand Preanger Jl-Asia Afrika 81,  Kota Bandung,

Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum fokus pada pembangunan desa. Salah satu tujuannya supaya ketimpangan sosial masyarakat pedesaan dan perkotaan tergerus.

Emil memaparkan Pemerintah Provinsi Jabar sendiri sudah meluncurkan inovasi bernama Desa Juara yang memiliki tiga pilar, yakni digitalisasi layanan desa, One Village One Company (OVOC), dan Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa). Dari tiga pilar tersebut turun sederet program, seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Jembatan Gantung Desa (Jantung Desa), Jalan Mulus Desa, Sapa Warga, dan sejumlah program lainnya.

Pada 2019, Pemda Provinsi Jabar sudah membangun 23 Jantung Desa yang tersebar di beberapa Kabupaten. Jantung Desa dibangun untuk mempermudah akses sekolah dan memperbaiki konektivitas antar desa.

Di sektor perikanan Emil menjelaskan, 1.039 kolam yang menggunakan teknologi smart auto feeder. Lewat teknologi itu, memberi pakan ikan bisa menggunaka gawai. Hal tersebut membuat panen bisa naik dari dua menjadi empat kali dalam setahun. Persentase pendapatan pun melonjak sekira 30 sampai 100 persen. Dengan koneksi internet yang lancar, pemasaran ikan pun dapat dilakukan secara online.

Menurut Emil, 60 persen perhatian Pemprov Jabar memang tertuju pada pembangunan desa. Dia berharap dampak positif dari pembangunan desa dapat dirasakan semua masyarakat pada 2020. “Saya punya harapan di akhir 2020 akselerasi ini menghadirkan perubahan,” katanya

Pada ahir obrolannya Emil menyimpulkan kepala desa harus lebih erat komunikasi dengan kepala dinas jika kurang paham tentang program pemerintah provinsi.

Pada acara tersebut, H.Agung Sekjen APDESI pusat memeberikan penghargaan kepada Gubernur Jabar sebagai Gubernur desa

Menyikapi penghargaan itu, Emil tak menampik bahwa sebagai gubenur, dia memiliki keinginan yang kuat untuk membenahi desa agar kian maju.

”Bagi saya (penghargaan) itu menunjukan bahwa para kepala desa semangat. Bahwa program di desa ini tidak berbasa-basi, semuanya bermuara pada akselerasi ekonomi,” paparnya.

Kepala DPMD Jabar H.Dedi Supendi juga mendapatkan penghargaan sebagai bapak pembangunan desa dari APDESI Pusat. Pengalamannya sebagai lurah, sekcam, camat dan kepala dinas di tingkat daerah II hingga tingkat 1 dan prestasi percepatan pembangunan di desa Jawa Barat berbasis inovasi dan kolaborasi.

Ketua Apdesi Jawa Barat, Enjoy Rizki S.Ip, M.M mengatakan, pemberian penghargaan ini lantaran Ridwan Kamil concern terhadap kemajuan desa. Hal tersebut tampak dari sejumlah programnya sebagai Gubernur Jabar. Mulai dari Satu Desa Satu Perusahaan, Program Patriot Desa hingga Program Desa Digital. ”Pola pikir dia 60 persen untuk desa dan saya belum dengar gubernur sebelumnya,” ujar Rizki usai acara.

Selama 15 tahun menjabat sebagai kepala desa, dia mengaku, baru merasakan dipimpin oleh gubernur yang memang sangat peduli dalam melakukan pembangunan di desa. Hal tersebut bukan hanya pembangunan yang bersifat fisik.

”Tapi juga membangun tempat ibadah juga banyak sekali, ada desa wisata ada desa digital, ada edukasi, mobil maskara, membuat jalan juga di perbatasan. ini baru satu tahun (menjabat) loh,” tandasnya

(83)