what is the goal of a thesis statement? need assignment help a quiet place analysis essay bullying essay introduction

Puluhan Warga Desa Cukanggenteng, Kab.Bandung Berunjuk Rasa di Kantor Desa

Pewarta : Tim Liputan 

Koran SINAR PAGI, Kab. Bandung,- Puluhan Warga Desa Cukanggenteng, menuntut, Kepala Desa Bertangung jawab atas pembangunan lapang sepak bola yang berlokasi di Kampung Pasirluhur selain itu warga menuntut juga para pengurus BPD untuk mundur karena kebijakan yang mereka ambil kerap dilakukan tanpa meminta persetujuan atau sosialisasi ke warga.

Warga menuding selama ini Kepala Desa Cukanggenteng Hilman, selalu mengajak rapat orang-orang BPD yang pro kepada dirinya. Aspirasi warga sering tidak didengar bahkan ketika ada program atau rencana pembangunan dari pihak kabupaten tidak pernah disosialisasikan dulu. Puncaknya adalah ketika ada rencana Pembangunan lapangan sepak bola, tanpa dipikirkan akibatnya, “jelas Asep (45)  warga desa Cukanggenteng yang ikut unjuk rasa di Kantor Desa Cukanggenteng,

Hal senada juga di sampaikan Salah Satu warga yang merupakan Tokoh masyarakat Cukanggenteng, yang minta namaya di samarkan. Mengatakan kepada Tim liputan Koran SINAR PAGI, Senin (10/11) warga Rw 10 langsung mendatangi kantor Desa Cukanggenteng di terima sekdes, Pjs kades Cukanggenteng, warga langsung melontarkan kekesalan mereka anda idak becus bekerja berenti kamu? salah seorang tokoh marah karena mereka sudah beberapah kali menyampaikan kekesalnya namum pemerintah Desa Cukanggenteng tidak memberikan keterangan yang jelas,
Warga sudah lama memendam kekesalan kepada Kepala Desa karena tidak pernah mau mendengar aspirasi, pembangunan lapangan, sebelumnya tidak dikomunikasikan ke warga. Sehingga kami sepakat meminta kades dan pengurus BPD untuk mundur, “Ucapnya dengan nada kesal.

Masih kata Tokmas, menurutnya lapang sepak bola yang berada di Kampung Pasirluhur RT 01/ Rw 10 di bangun pada bulan Juli , Dari Dana Desa sebesar Rp 261.648.000,-. Warga juga senang punya sarana lapang olahraga namun seharus nya Kepala Desa memikirkan dampak dari pembangunan lapang tersebut, jangan lihat positipnya saja tapi segi negatip di pikirkan ? Lapang di bangun pada musim kemarau sepertinya aman aman saja, sekarang dampak nya pada musim hujan, sudah dua kali terjadi longsoran kecil tanah lumpur masuk ke Rumah dan pekarangan rumah, posisi lapangan berada di atas sedangkan rumah warga ada di bawah, yang kami khawatirkan ketika hujan terus menerus, bisa longsor besar dan sangat membahayakan warga yang rumahnya berada di bawah lapang, “tegasnya,

Ade (52) dan warga yang ada di kampung Pasirluhur Rt 01 Rw 10 merasa di Rugikan dengan ada nya lapang sepak bola yang dinilai sangat membahyakan, saya dan warga lainya merasa resah apalagi kalau turun hujan besar pak, jadi tidak nyaman pasalnya takut longsor. dulu saya dan warga aman dan nyaman saja tidak was-was ketika hujan turun, tapi sekarang tidak nyaman, musibah longsor mengancam kami, “tandasnya

Ade dan warga Kampung Pasir luhur berharap kepada Bapak Bupati H Dadang M Naser untuk meninjau pembangunanan lapang sepak bola sebelum terjadi sesuatu dan memakan korban, meminta kepada Pemkab dan Pemdes segara pembangunan lapang sepak bola segera di selesaikan, agar kami warga tidak resah bila hujan turun, “ucapnya

Saat Camat Pasirjambu dikonfirmasi, soal keresahan warga akan terjadi longsor,  via telepon selulairnya, Ia menjelaskan, bahwa pihaknya menerima laporan tetsebut dan sejauh ini tim BPBD KEC. Pasirjambu, Polsek Pasitjambu langsung meninjau lokasi. Camat lebih jaub menjelaskan, bahwa sudah di sampaikan khususnya kepada Pemetintah Desa agar melakukan langkah langkah freventif dengan bergotong royong, membuat penahan longsor sedangkan  antisipasi. Jika hujan turun dengan curah yang lebih besar, untuk melakukan evakuasi warga yang terdampak.

(139)