writing a paper introduction writing a comparison essay essay proposal template making an essay outline

Peran Lembaga PAUD Dalam Menyiapkan Anak Cerdas Dan Berkarakter

Oleh : Aas Hasanah, M.Pd.(Ketua Prodi PG PAUD STKIP Sebelas April Sumedang)

Anak usia dini merupakan masa golden age, dimana masa itu perkembangan otak anak pada masa yang sangat pesat dibandingkan dengan masa-masa lainnya. Pada usia dini tepatnya pada usia 4 tahun anak, perkembangan otak nya mencapai 80 persen. Pada masa ini tentu masa yang paling tepat untuk orang dewasa dalam membangun berbagai pengetahuan, sikap dan keterampilan kepada anak sehingga anak memiliki kesiapan untuk mengikuti pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya .

Untuk memiliki kesiapan tersebut tentu tidak akan berhasil apabila tanpa dukungan dari orang tua sebagai orang yg pertama dan yang paling utama serta lingkungan yang mendukung anak untuk memiliki kesiapan tersebut. Salah satu yang menjadi solusi yaitu melalui sebuah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD). Kenapa demikian?
Alasannya:
1. Di massa kini banyak orang tua atau seorang ibu yang berkarir.

Seorang ibu yang berkarir tentu memiliki keterbatasan waktu dengan anak karena seharian berada di tempat kerja. Pengasuhan anak lebih banyak di dampingi oleh pengasuh. Tentunya pengasuh hanya dapat untuk memenuhi kebutuhan anak sebatas menunjang pertumbuhan anak di karenakan keterbatasan pengetahuan dan latar belakang pendidikan yang tidak memadai. Padahal kebutuhan anak bukan hanya sebatas terpenuhi pertumbuhannya akan tetapi perkembangan anak perlu mendapatkan perhatian. Sedangkan perkembangan anak kurang terstimulasi karena keterbatasan pengetahuan pengasuh tentang kebutuhan anak. Sehingga perkembangan anak tidak optimal. Oleh karena itu untuk orang tua yang berkarir agar anak mendapatkan pengasuhan yang lebih baik dengan cara memasukan anak ke lembaga PAUD atau Kelompok Bermain ( KOBER) atau Play Group atau Taman Kanak- Kanak atau Taman Penitipan Anak.

Di lembaga pendidikan tersebut akan lebih aman karena selain pengasuhan yang di berikan kepada anak, pendidikan atau stimulasi pada anak, kegiatan pendidikannya melalui pendekatan belajar sambil bermain. Anak bermain lebih terarah sesuai dengan tahapan dan perkembangannya. Karena lembaga PAUD saat ini di siapkan untuk memberikan pelayanan kepada anak dalam memenuhi pertumbuhan dan perkembangan anak dengan tenaga pendidik yang ahli di dalam pengasuhan anak. Saat ini sudah banyak lulusan sarjana Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini atau S1 PG PAUD yang menempati lembaga- lembaga tersebut .

2. Orang tua belum paham cara pengasuhan yang tepat untuk anak usia dini.

Saat ini tentu banyak orang tua yang memiliki kualifikasi pendidikan yang tinggi akan tetapi hal itu tidak menjamin orang tua akan paham tentang pengasuhan yang tepat pada anak karena bidang ilmu yg mereka miliki bukan ilmu pengasuhan pada anak. Tentu hal ini akan berpengaruh terhadap cara pengasuhan yg mereka berikan terhadap anak. Ada yang melakukan pengasuhan otoriter, permisif dan demokratis. Semua pengasuhan tersebut memiliki dampak dan pengaruh terhadap pembentukan karakter anak. Orang tua yang memberikan pengasuhan dengan pola otoriter akan membentuk anak yang keras dan pembangkang. Pola pengasuhan permisif akan membentuk watak anak yang tak peduli terhadap orang lain, dan pola asuh demokrasi akan membentuk anak memiliki karakter menghargai orang lain. Tentunya semua orang tua menginginkan anak yang sempurna yaitu memiliki anak yang cerdas dan karakter yg baik. Untuk melengkapi kekurangan orang tua sebagai orang tua yang utama dan pertama maka lembaga PAUD sebagai solusi dalam menyeimbangkan memenuhi kebutuhan anak. Di lembaga pendidikan anak usia dini guru berperan sebagai orang tua kedua yang bisa melengkapi kebutuhan anak yang tidak bisa terpenuhi di rumah. Lembaga PAUD bisa menjadi rumah kedua bagi anak-anak.

3. Lingkungan rumah yang kurang mendukung.

Rumah merupakan tempat anak yang paling aman untuk melakukan aktivitas, akan tetapi saat ini orang tua memberikan aktivitas kepada anak asal anak suka tanpa memperhatikan apakah mainan yang di berikan itu baik untuk anak atau tidak. Seperti seharian anak menonton TV , main game atau bahkan gadjet. Hal itu membuat anak lebih cepat mengenal teknologi akan tetapi bila tidak di bimbing dengan benar maka akan merusak karakter anak. Dengan demikian untuk menghindari hal tersebut salah satu pilihannya dengan memasukan anak ke lembaga PAUD karena melalui lembaga PAUD anak akan di berikan media bermain yg sesuai dengan tahapan perkembangan anak yang diarahkan pada perkembangan nilai moral agama, bahasa, kognitif, sosial emosional, fisik motorik dan seni.

4. Pengenalan teknologi kurang tepat.

Saat ini teknologi merupakan sesuatu yang sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia termasuk juga anak- anak, akan tetapi penggunaan teknologi oleh orang tua dikarenakan asal anak nyaman atau agar anak tidak rewel sehingga seringkali penggunaan teknologi melebihi porsinya atau bahkan tidak sesuai dengan usia anak. Seperti membiarkana anak main gedget yg terlalu lama tanpa bimbingan hal itu akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Dengan bermain gadget aktivitas fisik anak itu tidak tersalurkan sehingga mempengaruhi motorik kasar anak serta dapat merusak mata anak. Tetapi kalau di PAUD anak di kenalkan dengan tekonologi melalui media pembelajaran yg sdh di desain untuk anak dimana bisa mengembangkan seluruh perkembangan anak salah satu saat ini yang dijadikan media pengenalan teknologi kepada anak yaitu media Smart table .

Smart table media berbasis teknologi seperti smart phone dimana permainannya seperti anak memainkan Hand phone tetapi bentuknya lebih besar dan aplikasinya di desain untuk anak- anak demgan berbagai permainan yg dapat mengembangkan seluruh aspek perkembangana anak.

5. Dunia bermain anak terbatas.

Seiring perkembangan zaman arena bermain anak semakin sulit ditemukan karena saat ini sudah semakin banyak dijadikan gedung-gedung. Sehingga dunia bermain anak hanya dihabiskan di rumah saja tentu hal ini pun sangat mempengaruhi perkembangan sosial dan emosional anak karena anak hanya berinteraksi dengan orang tua, nenek, dan saudara. Hal ini mengakibatkan anak tidak peka terhadap orang lain. Untuk solusi hal ini tentunya alangkah lebih bijak orangtua memasukan anak ke lembaga PAUD agar anak dapat bermain dengan bebas bersama teman-teman sebayanya karena melalui bermain banyak hal yg akan didapat oleh anak mulaindari pengembangan sikap, pengetahuan dan keterampilannya.

Untuk itu lembaga PAUD merupakan sebuah lembaga yang layak untuk dijadikan solusi untuk memberikan pengasuhan dan pendidikan kepada anak.

Semoga artikel ini bisa memberikan gambaran peran PAUD begitu penting bagi keluarga yang bisa dijadikan solusi setiap orang tua yang menginginkan anaknya berada dalam pengasuhan yang lebih aman. Dan saat ini lembaga PAUD sudah semakin terpercaya keberadaannya dengan adanya lulusan S1 PG PAUD yang sudah menempati lembaga PAUD sebagai tenaga profesional dalam bidang anak usia dini.

(2717)