pathway reflection essay instructions writing profiles essay essay about thai political how to start a rhetorical essay

Buntut Laka Lantas Maut Cimalaka Warga Minta Aparat Menertibkan Sopir Ugal – Ugalan

Pewarta : Jeky E. Saepudin, SE.

Koran SINAR PAGI, Sumedang – Terjadinya kecelakaan lalu -lintas ( laka lantas) di Jalur Bandung – Cirebon tepatnya di Cimalaka pada Sabtu ( 9/11/19) sekira pukul 10.00 Wib di depan salah satu RM. Padang, yang menewaskan seorang perempuan pengendara motor Beat juga salah satu penumpang elf tewas , dan sejumlah penumpang dirawat di RSUD Sumedang, yang ditenggarai akibat sopir yang ugal – ugalan ternyata menarik perhatian warga Sumedang.

Pasal nya kendaraan mini bus Buhe bahkan sejawat nya Rukun Wargi rupanya sudah menjadi perhatian para penumpang yang pernah menggunakan jasa kendaraan jurusan Cikijing – Bandung tersebut.

“Saya pernah menggunakan mobil elf Buhe atau Rukun Wargi dari Sumedang ke Bandung atau sebalik, memang sopir nya kebanyakan suka ugal – ugalan, entah apa yang menjadi motif nya”, ucap Haya Sri Rahayu (52), warga Dusun Gelembung, Desa Mandalaherang Kecamatan Cimalaka, Kab. Sumedang, Jawa Barat, kepada koransinarpagijuara.com saat dia tahu ada kecelakaan maut Elf Buhe yang menewaskan seorang perempuan pengendara motor yang tertabrak elf tersebut,

Dengan begitu, ucap Sri, ini harus jadi perhatian aparat terkait untuk menertibkan sopir ugal -.ugalan agar kejadian tak terulang,

“Sopir dan pengusahanya harus ada pembinaan dari aparat terkait agar kecelakaan maut tak terulang dan nyawa penumpang bisa terselamatkan “, tambah nya.

Memang, ucap dia lagi, jasa transpotasi itu merupakan bisnis, tapi harus nya juga menjaga keselamatan penumpang,.” Nyawa manusia lebih penting dari apapun”, tandas nya.

Juga dikatakan Sekretaris Lembaga Cegah Kejahatan Indinesia (LCKI ) Kabupaten Sumedang, Entis Megi,

“Memang sebaiknya ada tindakanan tegas dari aparat terkait baik Kepolisian atau Dinas Perhubungan agar kejadian serupa tak terulang”, ujar nya.

Saya juga, kata dia, pernah hampir terserempet mobil elf tersebut akibat sopir nya ugal – ugalan, hingga saya hampir celaka.

“Kejadianya dua bulan yang lalu, di perempatan Barak. Saking kesalnya saya kejar mobil itu, kebetulan pas nyala lampu merah. Bahkan saya sempat memukul sopir itu saking kesalnya, saya lupa antara elf Buhe atau RW ( Rukun Wargi), tapi yakin salah satu diantaranya”, tegas nya.

Seorang pengacara di Sumedang pun , Taufik Hidayat, S.H, angkat bicara, juga dikatakannya harus ada sangsi tegas bagi pengemudi yang mengemudikan kecepatan kendaraannya diatas kecepatan maksimal, apalagi sudah melanggar marka jalan.

“Bila perlu Polisi mencabut SIM sopir nya”, tandas nya.

Selain itu kata dia, petugas juga harus tegas bila kendaraan elf berpenumpang diatas jumlah maksimal, “Langsung di tilang saja karena itu juga sudah bentuk pelanggaran “, ucap Taufik, di WhatsApp ( WA) saat dihubungi koransinarpagijuara.com

Bahkan menurutnya, ada ketegasan dari pihak instansi terkait misalnya Dinas Perhubungan (Dishub) atau lainya untuk tak segan mencabut ijin operasionalnya ( trayek) bila terus – terusan para pengemudinya membahayakan penumpang,

“Dan tak kalah penting nya ada sangsi sosial dari masyarakat pengguna agar berikutnya tak lagi menggunakan jasa kendaraan tersebut. Kalau masyarakat kompak tak menggunakannya, pasti pengusaha akan berpikir ini ada kesalanhan dari pihak inter nal nya”, tandas nya.

(1149)