ap english essay tips writing over a check narrative essay mla format master thesis example

Santri Pesantren Kholafiyah Miftahul Hasanah, Diajari Wawasan Jurnalistik

Pewarta : Jeky E. Saepudin, SE. 

Koran SINAR PAGII, Sumedang, -Terbatasnya pemberitaan di media massa soal potensi santri khususnya di Kabupaten Sumedang, maka Forum Komunikasi Wartawan Sumedang (Forkowas) menggelar sosialisasi dan pelatihan jurnalistik, Kamis,   (07/11)

Peserta pelatihan diantaranya pendidik, santri dan siswa di Pondok Pesantren Kholafiyah Miftahul Hasanah, Desa Sukarapih, Kec. Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Kegiatan yang juga diikuti siswa SMP IT dan MA Plus Miftahul Hasanah tersebut merupakan agenda Forkowas 2019 yakni “Jurnalisme Santri”.

Tujuannya, sebagai upaya berbagi wawasan terkait jurnalistik kepada para santri.

“Dengan bekal ilmu terkait cara menulis berita, foto dan video diharapkan para santri mampu menjadi jurnalis bagi dirinya sendiri,” kata Penasihat Forkowas, Devi Supriyadi yang juga didampingi pengurus Forkowas yang lainnya.

Menurut Devi, cukup banyak potensi santri tapi minim pemberitaannya hingga tak diketahui publik.

Melalui pelatihan pun, diharapkan para santri bisa memilah dan menyaring berbagai informasi.

“Diharapkan, bisa paham dalam menentukan mana fakta dan berita bohong (hoaks),” kata Devi seraya mengatakan acara pun tampak seru dan tak tegang, seiring hadirnya rocker legendaris Kota Bandung, Andre Lochness, 7 November 2019.

Pemateri dalam kegiatan tersebut diantaranya, Adang Djukardi (PR), Anggi Putra (Net Tv), Iman Nurman (Sumeks) dan Ismail Edwin (Radar Sumedang).

“Semoga bermanfaat dan kedepannya para santri pun mampu membuat naskah berita dan pandai menentukan mana hoaks dan fakta,” ucap Devi.

Sementara, Dewan Kiai Pesantren Kholafiyah Miftahul Hasanah, Husni Fuady, S.E mengapresiasi program forkowas yang dinilainya cukup bermanfaat.

Ia berpesan kepada para santri yang juga siswa untuk memanfaatkan program tersebut.

“Bermanfaat sekali, diharapkan yang disampaikan pemateri bisa dicerna dengan baik,” ujarnya.

(10)