good ways to start a college essay about yourself what is an appendix in an essay poem essay examples essay reviews online

Diduga Jauh Dari Cukup SMKN 1 Boyolangu Melakukan Pungutan Dan Ingin Suap Wartawan

Pewarta : Ok

Koran SINAR PAGI, Tulungagung,– Banyaknya bantuan yang diberikan baik dari Pemerintah Pusat maupun Propinsi untuk peningkatan mutu Pendidikan dan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di SMKN 1 Boyolangu. diduga masih jauh dari cukup sehingga harus melakukan penarikan sumbangan kepada Wali Murid melalui Komite Sekolah. Informasi yang diterima dari beberapa Wali Murid, mereka diharuskan memberi sumbangan Rp. 600.000,00 atas kesepakatan bersama dengan pihak Komite Sekolah.

Uang tersebut nantinya digunakan untuk meneruskan kekurangan pembangunan yang sedang dikerjakan dan pemenuhan kebutuhan komputer untuk siswa.

“Kalau tidak segera membayar, akan diingatkan terus menerus sampai melunasinya, “ujar beberapa Wali Murid.

Maryono selaku Ketua Komite atas perintah Kepala Sekolah bersedia memberikan pernyataan berkaitan dengan hal tersebut (04/11/2019). “Komite membentuk paguyuban untuk membantu pembelian komputer di sekolah, atas dasar hal tersebut pihak Paguyuban mengumpulkan dana dari Wali Murid sesuai kesepakatan¬† ” kata Maryono memberi alasan.

Bagaimana Paguyuban bisa menentukan sumbangan tersebut, Maryono menyangkalnya kalau hal tersebut atas program sekolah. “Inisiatif semuanya dari Paguyuban sendiri tanpa melibatkan pihak Sekolah dan nantinya dana yang terkumpul seluruhnya akan dihibahkan kepihak sekolah untuk dibelikan komputer, ” kata Maryono lagi

Bahkan menurut Eny Wahyu Andamari salah satu pengurus Komite ketika dihubungi melalui telepon seluler menyatakan hal yang berbeda.

“Sumbangan tersebut diantaranya untuk meluaskan bangunan masjid sekolah, kalaupun ada yang tidak mampu mungkin ada toleransi, “kata Eny Wahyu Andamari. Bahkan menurut beliau di sekolah manapun pasti terjadi hal yang sama. “Namanya anak sekolah, dimanapun dia menempuh pendidikan pasti harus membayar,” ujar Eny Wahyu Andamari memberi alasan.

Pihak Kepala Sekolah Arik, setelah sekian lama menunggu untuk dimintai pernyataan terkait hal tersebut bersedia menemui di ruangannya (05/11/2019). Sambutan kurang menyenangkan didapat atas pernyataan kepala sekolah ketika baru memasuki ruangannya.
” Wis ketemu Pak Maryono ? wis disangoni to, sing durung sangu teko nggonku (sudah ketemu dengan Pak Maryono dan sudah diberi uang saku, yang belum dari saya) ” kata Arik memulai pembicaraan.

Untuk sumbangan tersebut menurut Arik sudah melalui rapat terlebih dahulu dengan pihak Komite Sekolah. “Diawal sudah ada pembicaraan dengan Komite Sekolah terkait kebutuhan Sekolah yang tidak bisa tercukupi dengan bantuan yang selama ini didapat dari pemerintah, sedangkan BPOPP yang didapatkan juga tidak bisa mencukupi bahkan petunjuk dari Propinsi terkait penggunaannya masih berubah-ubah terus, menjadikan kebingungan pihak sekolah, ” kata Arik memberi alasan.

“Untuk kebutuhan sekolah yang harus dipenuhi juga sangat banyak misal alat praktek, komputer dan kebutuhan-kebutuhan yang lainya, dana yang dibutuhkan tidak lagi jutaan tapi sudah mencapai milyaran, “ujar Arik menjelaskan.

Bahkan menurut Kepala Sekolah adanya surat pernyataan yang dibuat oleh Wali Murid yang menjadi dasar sumbangan tersebut. “Pihak Sekolah sudah memanggil Ketua Komite Sekolah dan mereka juga menunjukkan bukti surat pernyataan tersebut, ” kata Arik memberi alasan lagi, tapi enggan menunjukkan bukti surat tersebut

Sampai berita ini ditulis. Pihak Wali Murid masih mengeluhkan penarikan sumbangan itu. Padahal Permendikbud No 75 Tahun 2016 tentang Komite sekolah sudah sangat jelas mengatur hal tersebut.

(2848)