mla paper cover page child study paper what is travel essay strong essay topics how to star an essay greek topics to write about

Bully Siswanya, Oknum Guru Dipanggil Komisi IV DPRD Ogan Ilir

Pewarta : Heri Kusnadi

Koran SINAR PAGI, Ogan Ilir,– Rizal Mustofa Ketua Komisi IV DPRD Ogan Ilir, mengaku mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan tindakan kekerasan (bullying) yang dilakukan salah satu oknum guru mata pelajaran terhadap muridnya di SMP N 1 Indralaya, Kab.Ogan Ilir.

“Saya mendapat laporan langsung dari Weria Handayani orangtua murid SMP N 1 Indralaya, bahwa anaknya kerap mengalami pembulian oleh salah satu guru mata pelajarannya, untuk itu kami akan memanggil pihak-pihak terkait dalam permasalahan tersebut,” ujarnya.

Disebutkan, bila terbukti oknum guru tersebut melakukan hal seperti yang dituduhkan, maka yang bersangkutan harus di uji kompetensi kembali, agar memahamani tugas pokok fan fungsinya sebagai seorang guru mata pelajaran yang profesional, bahkan kalau perlu diuji psikologisnya, tegas Rizal.

“Guru itu kan tidak boleh tempramental dan tidak bisa memilih, saat mengajar muridnya harus cerdas semua, sedangkan murid itu macam-macam karakter, ada yang nakal, ada yang manja, ada yang cengeng, itulah emang tugas dia untuk mencetak mereka menjadi generasi yang berguna untuk bangsa ke depan,” tuturnya.

Agar tidak terulang lagi, kata dia, pihak Diknas seharus melakukan uji kompetensi dulu terhadap setiap guru dan pihak sekolah menyesuaikan kurikulum dengan cara melakukan pendekatan ke daerahan.

“Guru-guru juga harus memahami latar belakang kehiduoan siswa – siswi nya, karena kan beda antara sekolah yang di kota dengan yang di daerah pedalaman,” imbuhnya.

“Nanti kita akan rekomendasikan dengan Diknas,yang pertama dia akan evaluasi penerapan kurikulum yang ada di setiap sekolah, kemudian, Diknas juga harus melakukan evaluasi terhadap tenaga pengajar yang ada di Kabupaten Ogan Ilir ini. kita akan minta tanggung jawab dari Diknas dan kita lihat nanti apa keputusan Diknas, apakah guru tersebut akan dipindahkan atau diberhentikan,” kata Mustofa.

Sementara Amin Jamaan, Kepala SMP N 1 Indralaya saat keluar berbarengan dengan oknum guru yang diduga pelaku bully dari ruang kerja komisi IV, kepada awak media mengatakan, “Kedatangan kami ke Komisi IV ini untuk menjelaskan kronologis kejadiaannya dan Insya Allah kami akan kesini lagi untuk menawarkan dan mencari solusi dari permasalahan ini,” ujarnya.

Soal kemungkinan pemberian sanksi terhafap pelaku, dia mengaku belum membicarakannya, “Hari Rabu nanti baru akan kami dapati apa yang harus kami lakukan karena kami juga kan punya atasan, dalam hal ini Dinas Pendidikan,” ujar Amin.

Sementara itu oknum guru berinisial (Y) yang diduga sebagai pelaku bully tidak bersedia memberikan komentar terkait kasus yang tengah membelitnya tersebut, dia tampak tergasa-gesa meninggalkan ruang komisi IV sambil tertunduk menutupi wajahnya.

Diketahui sebelumnya, salah satu oknum guru SMPN 1 Indralaya berinisial Y, diduga telah melakukan tindakan bully terhadap muridnya yang berinisial LM (15), warga Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.

Tak terima anaknya di bully oleh gurunya sendiri, orangtua murid tersebut yang bernama Weria Handayani pun meradang, Rabu (06/11/19).

Menurutnya, anaknya “LM” yang berusia 15 tahun sering kali di marah-marah, dibentak dengan kata – kata yang tidak pantas keluar dari mulut seorang pendidik, yakni dasar bodoh, pemalas, dasar anak donasi.

“Hal ini sering sekali diucapkan dan dilakukan kepada anak saya dan juga kepada teman-teman lainya di jam pelajaran mau dijam istirahat dan hal itu diungkapkan oleh oknum guru (Y) ini dihadapan semua teman-teman sekolahnya, hingga anak saya sering kali suka nangis saat pulang sekolah dan jadi malu untuk masuk sekolah lagi karna takut dan teroma dengan oknum guru tersebut,” ujarnya orang tua wali dari laporan anaknya.

(27)