Mengingatkan Kembali Manfaat Pohon Yang Terlupakan

Dalam rangka menyongsong hari pohon sedunia Bulan November 2019

Oleh : Sugama
Penyuluh Kehutanan Jawa Barat.

Suatu pagi ketika mau pergi ke kantor, lewat di depan rumah seorang anak sekolahan, anak tetangga sebelah, yang baru duduk di kelas empat SD. Iseng-iseng saya tanya anak tersebut “De, tahu nggak kalau air sungai itu berasal dari mana?” Spontan anak itu menjawab, “Dari gunung Oom.”, Penasaran ku tanya lagi, “Kalau gunungnya gundul gak ada pohonnya bagaimana?” Dengan tanpa berpikir panjang anak itu menjawab, “Kalau hujan akan banjir dan longsor, kalau kemarau akan kering.” Ternyata anak SD pun tahu manfaat hutan dan pohon, berarti sudah diajarkan guru-gurunya di sekolahan.

Kebanyakan dari kita kalau ditanya manfaat pohon, pasti yang ada dalam fikirannya, manfaat pohon bagi manusia adalah buahnya, atau daunnya, dan kayunya. Karena manfaat itulah yang secara langsung dapat menghasilkan nilai ekonomi. Dengan menafikan manfaat yang lebih besar, yaitu manfaat yang bernilai ekologi, manfaat bagi semua mahluk hidup dan lingkungan. Serta manfaat estetika, yaitu manfaat yang bernilai keindahan.

Sebagian dari kita mungkin sering mendengar istilah lingkungan hidup, namun jarang yang mengerti apa definisi dari lingkungan hidup. Secara umum pengertian lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia serta mempengaruhi kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan dibedakan menjadi dua; lingkungan biotik dan lingkungan abiotik. Lingkungan biotik adalah lingkungan yang hidup, misalnya binatang, pepohonan, rerumputan dan para tetangga. Sementara lingkungan abiotik mencakup benda-benda tidak hidup seperti rumah, tanah, batu, air, dan udara.

Di alam terjadi proses hubungan timbal balik, saling ketergantungan antar komponen lingkungan. Apa yang dibuang akan menjadi bahan baku bagi yang lain, sehingga tidak ada komponen yang hilang dengan percuma. Semua dinamika komponen pendukungnya berpengaruh pada lingkungan, termasuk hasil perbuatan manusia. Oleh sebab itu jika kita ingin memperoleh lingkungan yang berkualitas baik, maka kita juga harus memperlakukan lingkungan dengan baik. 

Dalam rangka menyongsong hari pohon sedunia Bulan November ini, kepada masyarakat perlu disosialisasikan kepedulian terhadap pohon. Manfaat keberadaan pohon bagi kelangsungan hidup manusia sangatlah penting, antara lain adalah : Menahan laju air sehingga akan lebih banyak air yang terserap ke dalam tanah. Menurut penelitian, tegakan hutan yang berdaun jarum mampu membuat 60% air hujan terserap tanah, bahkan tegakan hutan yang berdaun lebar mampu membuat 80% air hujan terserap tanah.

Selain itu, akar pohon akan menahan tanah yang terkikis/erosi agar tidak masuk ke aliran sungai/saluran air yang akan menimbulkan endapan. Kemampuan inilah yang dapat mencegah terjadinya kekurangan air di musim kemarau dan banjir di musim hujan. Seperti yang dirasakan pada saat ini musim kemarau dua bulan saja, masyarakat sudah susah mendapatlkan air, dan bila musim hujan tiba maka dimana mana akan terjadi banjir.

Manfaat dari pohon yang lainnya adalah, melalui proses fotosintesis, tajuk pohon mengurangi kadar CO2 (hasil aktivitas manusia, pabrik, kendaraan bermotor, dll.) di udara dan menghasilkan O2 yang sangat diperlukan manusia. Menurut para ahli, setiap 1 hektare lahan hijau dapat mengubah 3,7 ton CO2 menjadi dua ton O2. Proses ini sangat penting sebab gas CO2 sangat beracun dan bila dalam jumlah yang berlebihan akan menimbulkan efek rumah kaca.

Efek rumah kaca yang juga dikenal dengan Global warming, adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi, Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32°F) selama seratus tahun terakhir.

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan suhu rata – rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas CO2 di udara, sehinga mengakibatkan efek rumah kaca, karena disebabkan oleh aktivitas manusia”.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrem, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Meningkatnya Cuaca yang ekstrem sangat terasa pada musim kemarau panjang Tahun 2019 ini. Aksi tak biasa dilakukan ibu-ibu di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Karena saking panasnya suhu udara dia menggoreng kerupuk di aspal jalan dengan memanfaatkan sinar matahari.

Aksinya pun viral di media sosial. Dalam foto dan video pendek yang beredar luas, ibu tersebut tampak memasak di depan rumahnya menggunakan wajan berisi minyak goreng. Wajan itu diletakkan di atas aspal dan dijemur diterik panas selama kurang lebih sejam hingga minyaknya pun mendidih. Ibu itu pun kemudian memasukan kerupuk dan ternyata benar hasilnya mengembang.

Pada 22 April 2016, panas di India semakin parah, hingga memakan korban sebanyak 1.826 jiwa. Menurut informasi dari Al Jazeera, korban tewas akibat tak tahan dengan hantaman cuaca panas termasuk mengalami dehidrasi sengatan terik matahari, terutama di bagian selatan Andhra Pradesh dan Telangana. Di dua negara bagian itu, setidaknya seratus orang tewas pada Kamis, 21 April 2016, dengan temperatur sekitar 43 celsius.

Laporan tentang korban jiwa akibat suhu panas ekstrim ini juga terjadi di Quebec, Kanada, pada 5 Juli 2018. Gelombang panas juga menyelimuti Pakistan selama beberapa hari, mengakibatkan 1.300 orang tewas. Di Provinsi Sindh dan Balochistan, suhu mencapai 40 derajat Celsius. Korban yang meninggal kebanyakan rentan dan lemah terhadap suhu yang sangat panas.

Selanjutnya manfaat lain dari pohon adalah penghasil oksigen, gas yang dihasilkan pohon dari proses f++otosintesis, selain karbohidrat. Oksigen yang dihasilkan Tergantung dari beberapa faktor. Umur dan ukuran sebuah pohon menjadi beberapa faktor penentu berapa banyak oksigen yang bisa dihasilkan. Sebuah informasi Northwest Territories Forest Management, Kanada menyebutkan bahwa pohon setinggi 33 Meter berdiameter 18 Meter melepaskan oksigen ke udara sebesar 3.000 lbs atau setara dengan 1500 kilogram. Data lain yang dikeluarkan Environment Canada, Canada’s national environmental agency menyebutkan sebuah pohon dewasa menghasilkan 260 lbs oksigen atau 120-130 kilogram setiap tahunnya.

Kita tahu bahwa semua makhluk hidup butuh oksigen. Tanaman akan tumbuh baik jika tanahnya mengandung oksigen yang cukup. Semua hewan dan manusia menghirup oksigen agar mereka bisa tetap berttahan hidup. Ikan dan semua makhluk hidup di laut juga hidup karena oksigen. Cacing, rayap, dan segala serangga serta mikroba yang hidup di dalam tanah juga butuh oksigen.

Sebuah penemuan yang menarik menyebutkan bahwa 60% dari tubuh manusia adalah oksigen. Oksigen terdapat dalam darah, daging, tulang, otot-otot, dan semua komponen tubuh kita. Bahkan makanan dan minuman yang kita konsumsi tidak luput dari oksigen. Singkatnya, semua bagian tubuh kita tanpa kecuali butuh oksigen agar tetap tumbuh sehat. Sehingga bisa dipastikan, anggota tubuh manapun yang kekurangan oksigen akan menderita sakit.

Manusia menghirup setidaknya 9 juta ton udara setiap tahunnya. Sementara kandungan gas di dalam udara sendiri bermacam dan bukan sekedar oksigen saja. Paling tidak hanya 23% oksigen yang ada di udara yang manusia hirup setiap harinya. Secara total, manusia membutuhkan kurang lebih 740 kilogram oksigen untuk bertahan hidup setiap tahunnya.Jadi, jika dibuat hitungan sederhana, seorang manusia akan membutuhkan oksigen setara dengan produksi 7-8 pohon dewasa setiap tahunnya.

Eksistensi pohon sangat penting sebagai penyangga kehidupan semua mahluk hidup. Lingkungan yang baik dari hasil gerakan penanaman pohon akan berperan sebagai pengatur tata air yang menjamin kualitas, kuantitas dan kontinyuitas aliran sungai sebagai sumber kehuidupan masyarakat. Pohon tempat habitatnya beberapa jenis hewan, pohon sebagai sumber pangan. Pohon juga dapat meningkatkan kulaitas udara dengan mengurangi gas beracun CO2 dan gas racun lainnya dan menambah gas Oksigen.

“Jika engkau berpikir untuk satu tahun ke depan, semailah sebiji benih. Jika engkau berpikir untuk sepuluh tahun ke depan, tanamlah sebatang pohon.” Kalimat bijak di atas adalah pepatah Cina yang sudah ada sejak 500 tahun sebelum Masehi. Di masa yang amat lalu itu ternyata orang sudah menyadari arti penting pohon. Hal ini bisa dibilang ironis, karena pada masa itu, jumlah pohon yang menutupi permukaan bumi relatif lebih banyak dari sekarang. Pun, tingkat pembangunan yang menyebabkan polusi masih belum setinggi saat ini. Namun demikian, keberadaan sebatang pohon sudah disadari betul manfaatnya, lewat kata-kata bijak di atas tadi.

Salah satu kunci agar kita bisa semakin bertakwa kepada Allah SWT adalah dengan cara merenungkan dan memikir-mikir nikmat-nikmat Allah SWT, khususnya nikmat-nikmat yang sering terlupakan. Memang kita tidak akan mampu menghitung nikmat-nikmat Allah, sebagaimana ditegaskan Allah dalah surah Ibrahim ayat 34 : “Jika kalian menghitung nikmat Allah maka niscaya kalian tidak akan bisa menghitungnya.” Salah satunya adalah nikmat dari keberadan pohon di permukaan bumi ini. Bayangkan dengan semakin berkurangnya pepohonan akibat kebutuhan lahan, sementara pertumbuhan penduduk semakin pesat.

(58)