how long should a conclusion be in an essay tips for college writing literary analysis example essay how to review a research paper analytical history essay

Kiprah Penyuluh Kehutanan Dalam Pembangunan Kehutanan Yang Berkelanjutan

Oleh : Sugama
Kehutanan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah III Sukabumi, Dinas Kehutanan Jawa Barat

Ada segelintir orang yang bertanya, “Apa sih kerjanya seorang Penyuluh Kehutanan itu?”. Sebuah pertanyaan yang menggunakan retorika kata-kata bersayap, kata-kata yang mempunyai beragam makna berlainan arti, yang bisa melenggak – lenggok kesana kemari.

Maksud dari pertanyaan tersebut dapat saja berarti orang itu memang sungguh-sungguh ingin mengetahui pekerjaan (tugas) Seorang Penyuluh Kehutanan, atau mungkin juga ingin menanyakan hasil pekerjaannya, atau bahkan dapat berupa kata-kata metaphora yang bermakna sebuah sindiran sarkastik yang dimaksudkan untuk menyatakan bahwa Penyuluh Kehutanan itu tidak ada kerjanya, atau hanya sekedar bekerja tapi tidak ada kejelasan hasilnya.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut memang tidaklah mudah, karena jawaban yang diberikan haruslah dapat memuaskan makna sebenarnya yang tersirat dalam pertanyaan itu. Atau mungkinkah sebaiknya tidak usah dijawab, cukuplah dengan menunjukkan Perkerjaan dan Hasil Pekerjaannya.

Sebuah pilihan sekaligus pengakuan yang didasarkan pada hati nurani, pengakuan yang berani atas nurani yang jujur, sebab nurani kita terbentuk dalam jati diri hasil tempaan waktu dan perjalanan hidup manusia.

Undang-Undang No.41 tahun 1999 tentang Kehutanan mengamanatkan kepada Penyuluh Kehutanan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta perubahan sikap perilaku masyarakat agar mau dan mampu mendukung pembangunan kehutanan.

Pembangunan kehutanan yang selaras dengan visi Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yaitu mewujudkan hutan lestari, masyarakat sejahtera yang berkeadilan.

Tugas mulia dari seorang rimbawan salah satunya adalah mampu menjadi penyuluh bagi masyarakat untuk pembangunan kehutanan.

Penyuluh merupakan petugas yang setiap saat berada ditengah masyarakat, berusaha menterjemahkan bahasa langit kehutanan yang keluar dari pemerintahan menjadi bahasa yang mudah difahami dan dimengerti oleh masyarakat umum, menterjemahkan bahasa administratif menjadi bahasa tapak yang membumi, sehingga kegiatan penyuluhan menjadi salah satu kegiatan dari pengurusan hutan/lahan yang tidak dapat terpisahkan dari kegiatan lainnya untuk mencapai impian pengelolaan alam yang lestari/berkelanjutan.

Jika dibandingkan dengan kegiatan penyuluhan pada sektor lainnya, Penyuluhan kehutanan merupakan kegiatan yang unik, karena kegiatan penyuluhan kehutanan tidak hanya bertujuan untuk “Helping People To Help Themselves” atau menciptakan mayarakat yang berdaya dan dapat memberdayakan dirinya sendiri, melainkan juga membangun dan melindungi ekosistem sekaligus memberdayakan masyarakat.

(56)