freelance writers careers united states history research paper topics essay writing contest for college students environment issue essay

Jawab Aspirasi Masyarakat Saat Reses, Badri Suhendi Tidak Ingin Mengandalkan APBD

Pewarta : Ajid Alfaro

Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi,- Ketua Fraksi Demokrat sekaligus Angota Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi yang membidangi Pemerintahan Hukum dan Ham, Badri Suhendi menggelar Reses, di daerah pemilihan nya, Sabtu (12/10/19).

Badri Suhendi yang pada Pileg 2019 lalu bertarung di Dapil I dan terpilih kembali menjadi Wakil Rakyat untuk periode 2019-2024, menerima banyak aspirasi daei masyarakat, baik yang berupa kritik, saran, informasi hingga keluhan saat melakukan Reses di Kampung Ciawun, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

aspirasi masyarakat tersebut antara lain tentang kondisi drainase, masalah kesenjangan sosial hingga informasi banyaknya warga yang belum memiliki KIS, KTP dan Akte Lahir.

Mewakili warga masyarakat Desa Citarik, Neng Sari (37) mengatakan, infrastruktur yang paling utama untuk diperbaiki adalah drainase, lantaran menghadapi musim penghujan, karena dikhawatirkan dapat menyebabkan air meluap dan membanjiri rumah warga sekitar.

“Selain Drainase kesenjangan sosial seperti jaminan kesehatan menjadi skala prioriatas, dimana masyarakat kami masih banyak yang belum memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), E-KTP, Kartu Keluarga (KK) dan Akte Kelahiran, kemudian bidang Pendidikan dan yang terakhir Sarana Olahraga,” tambahnya.

Menanggapi aspirasi masyarakat tersebut Badri Suhendi mengatakan, reses ini menjadi momentum untuk menyerap aspirasi masyarakat, sehingga harapan dan keinginan masyarakat mengenai dan kebutuhan lainnya akan menjadi catatan untuk dibawa dan dibahas di DPRD.

“Saya akan segera mengambil langkah – langkah untuk membantuan terwujudnya keinginan dan harapan masyarakat,” ucapnya.

Mengenai perbaikan drainase, kata Badri, kalau mengandalkan dana APBD kapan mau selesainya, karena baru selesai ketuk palu, kemudian kalau mengandalakan dana APBD perubahan pun tidak mungkin, karena itu akan masuk pada anggaran 2020 dan ini perlu proses panjang, untuk itu Badri akan membangunnya dengan anggaran pribadi.

“Untuk pembangunan drainase, karena kalau mengandalkan anggaran pemerintah butuh proses panjang, maka saya akan jawab harapan masyarakat ini dengan anggaran pribadi,” katanya, disambut tepuk tangan warga yang hadir.

Selanjutnya terkait pelayanan pembuatan dokumen pribadi masyarakat seperti KTP, Akte lahir dan Kartu Keluarga ini menjadi sebuah permasalahn klasik yang hingga kini terus terjadi.

Menurutnya hal ini disebabkan karena keterbatasan kuota blanko yang diterima Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang hanya 500 keping, sementara yang dibutuhkan adalah 38.000 keping blanko.

“Dari 26 juta lebih warga Kab.Sukabumi, sekitar 30% diantaranya belum terakomodir, kemudian memgenai KIS, ini menjadi tren di masyarakat yang selalu di sampaikan kepada anggota DPRD,” terangnya.

Dia berjanji akan berupaya keras mencari solusi untuk menjawab permasalahan ini, “Kami akan bantu sesuai dengan tugas dan fungsi kami selaku anggota DPRD, dan akan bekerja sama dengan exsekutif atau dinas terkait agar kesulitan dan keinginan masyarakat bisa terjawab,” katanya.

Selanjutnya, terkait pengadaan sarana olahraga, Badri menilai penting hal ini, supaya generasi muda tidak liar dalam bergaul, dengan adanya sarana olahraga, pemuda bisa menyalurkan minat dan bakatnya dengan baik.

“Peran pemuda dalam masyarakat sangat penting, sehingga kami bertanggung jawab untuk turut memfasilitasi pengembangan potensinya, agar arah dan tujuan serta bakat mereka dapat tersalurkan dengan baik,” tambah politisi Partai Demokrat ini.

(20)