art history essay questions short persuasive essay write a persuasive paper help me with math homework

Progam Bedah Rumah 2017 2018 2019 Di Duga Telah Di Mark UP, Selalu Dikirim Material Tidak Layak

Pewarta : Ok

Koran SINARPAGI, Kab. Tulungagung,- Program untuk menciptakan rumah layak huni dari Kementerian PUPR tahun 2019 di Kabupaten Tulungagung menjadi sorotan banyak pihak. Salah satunya dari pihak LSM CAKRA. Selepas acara diskusi publik yang digelar KPK dan PEMKAB Tulungagung, Totok salah satu anggota Lsm Cakra mengungkapkan banyak hal terkait program tersebut.

“Fenomena bedah rumah sangat menarik, selain permasalahan bawah yang sangat komplek dengan Mark UP harga juga adanya indikasi permainan anggaran oleh tehnis terkait, dimana saat ini terdapat program PEMKAB Tulungagung yaitu RTLH, BSPS program Provinsi Jatim dan DAK Program Kementrian PUPR. program program tersebut tepat dalam waktu yang bersamaan sehingga sangat memungkinkan satu paket di gunakan untuk tiga LPJ, jadi sangat wajar jika Dinas Perkim tidak transparan terkait letak dan jumlah paket dari paket –paket tersebut”ungkap Totok

“Sedangkan permasalahan bawah dapat dilihat dengan jelas tentang mutu barang yang diterimakan ke penerima program, contoh BATAKO, dengan harga lebih mahal dibanding harga pada umum namun tidak memiliki kekuatan yang memadahi. Masih banyak lagi seperti pasir, besi, pintu jendela, yang harganya lebih mahal namun mutu dibawah pada umumnya”jelas Totok.

Beliau juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada narasumber dari KPK yang telah memberikan saran.” atas hal itu perlu dilakukan uji coba link KPK yang baru di berikan oleh Roadshow tadi, permasalahan tersebut akan kami jadikan uji coba” pungkas Totok.

Bupati Tulungagung M. Birowo saat dipertanyakan progam bedah rumah dari dulu Tahun 2017, 2018, 2019 material yang dikirim yang layak namun diketemukan dilapangan selalu tidak layak dan bagaimana dengan rumah yang sudah terbangun menggunakan material tidak layak. ” Saya pikir kan ada pengawasnya ya, kalau tidak layak harus di sesuaikan dengan spek yang ada. Nanti kita kalau ada laporan tidak pas, ya kita sikapi kita turunkan team akan kami panggil siapa penguasa pengguna KPA nya” jawab dengan tegas Bupati Tulungagung

(48)