Keracunan Jamu Kuat Di Sumedang, Kapolres Imbau Masyarakat Harus Jeli Identitas Jamu

Pewarta : Jeky

Koran SINAR PAGI, Sumedang– Terkait adanya warga Sumedang yang diduga keracunan akibat minum jamu kuat jenis Kopi Cleng dan Kopi Jantan Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo menghimbau agar warga Sumedang jangan sembarangan minun jamu kuat, tetapi mesti jeli memperhatikan izn BPOM nya sudah ada atau belum.

Himbauan ini disampaikan terkait adanya masyarakat Sumedang yang dirawat di RSUD Sumedang seusai menenggak jamu kuat di salah satu toko jamu milik Tina Ningsih yang berada di Jalan Sebelas April Tegal Kalong Sumedang.

“Terdapat 10 orang yang keracunan diantaranya 8 orang keracunan minuman Kopi Cleng dan 2 orang keracunan minuman Kopi Jantan dan terdapat 2 orang korban yang masih di rawat di RSUD Sumedang.”, ungkap Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo kepada koransinarpagijuara.com melalui release nya, Rabu, (18/9/19).

Dia berharap hal ini tidak terulang lagi karena bila kejadianya fatal bisa merenggut nyawa, oleh karenanya ia mengingatkan warga Sumedang untuk berhati – hati,

“Lihat dulu izin BPOM ada gak atau sertifikasi dari dinkes, jangan sembarangan minum kopi yang dicampur bahan- bahan lain”, tutur nya.

Dia menjelaskan korban yang dirawat di RSUD kini jumlah nya ada 10 orang, semuanya sedang dalam perawatan pihak RSUD.

Ihwal tempat jualan jamu dikatakan Hartoyo pihaknya saat ini belum bertindak untuk menutupnya karena tempat jual jamu itu terdapat ijin dari instansi terkait.

“Setelah dilakukan pemerikasan terhadap penjual Sdri.Tina Ningsih anak dari Pitoyo, ( dia) berjualan obat – obatan tradisional atau jamu di Jl. Prabu Geusan Ulun No.157 Kel. Kota Kaler Kecamatan Sumedang Selatan Kab. Sumedang sejak tahun 1980, dengan ijin usaha perdagangan jamu dan obat-obat dengan nomor 01342/10-13/PK/II/2005 tanggal 24 Februari 2019”, jelasnya.

(32)