Gelar Suro’an Dusun Pager Gunung Bertajuk Hilangnya Budaya Hilangnya Jatidiri Bangsa

Foto: Kiri.Sujono Jonet .kiri Kadis Pariwisata Batu Imam Suryono.

Pewarta : HI

KORAN SINAR PAGI, BATU, – Pelaksanaan Suro’an yang dilaksanakan di wilayah dusun Pager Gunung Desa Gunungsari Kecamatan Bumuaji Kota Batu, diikuti sangat meriah oleh masyarakat sekitar, hadir juga plt,Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono, Sujono Jonet pemerhati budaya dan seni sekaligus Anggota DPRD yang baru dilantik, serta tokoh budaya lokal Ki Supadi,dan Riaji kasun Pager Gunung,Jumat(13/9/19) sore hari.

Ucap, Ki Supadi, yang sudah berumur 78 tahun ini,bentuk pelaksanaan syukuran suro’an , tidak lepas meneruskan tradisi leluhur maupun sesepuh terdahulu, karena di dusun Pager Gunung, ada sebuah tempat yang selalu dibuat acara retual uri-uri,seperti tempat petilasan Mbah Syeh Maulana Ishak,”jelas Ki Supadi, pada Koran Sinar Pagi. Semoga tradisi dan budaya ini akan bisa berlanjut sampai anak cucu selamanya, agar dusun Pager Gunung tetap “Gemah Ripah Lohjinawi Toto Tentrem Kerto Raharjo” dalam bahasa Indonesia( mudah sandang pangan dan tetap bisa aman sejahtera)singkat,”Ki Supadi.

Acara syukuran kepada Allah sekaligus Suro’an yang di motori oleh Sujono Jonet sebagai pelaku seni dan budaya,juga Anggota DPRD Batu,”memaparkan, acara ini digelar karena rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Esa, sudah memberikan pada kita semua saat ini. Dan bentuk rasa syukur itu bisa dirasakan bareng-bareng pada masyarakat dusun Pager Gunung secara menyeluruh,”ujarnya.

Ditambahkan oleh Sujono Jonet, yang juga sebagai pengusaha Lampion yang sudah terkenal hingga sampai luar negeri, menyikapi, bentuk syukuran ini juga membedah potensi yang ada di desa akan bisa terangkat sebagai potensi wisata religi serta education yang berimplementasi untuk desa berdaya,”singkat, Sujono Jonet.

Foto Ilustrasi: Para Anggota Budaya Suro’an Duaun Pager Gunung Kota Batu.

Ditambahkan oleh Plt Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono menyampaikan, untuk mengadobsi beberapa potensi seni dan budaya di kota Batu, banyak yang harus digali dari potensi itu hanya ada dua sesuai arahan Walikota Batu, bisa mengangkat lagi potensi partisipasi masyarakat terkait budaya
dan potensi distinasi wisata yang sedang dibagun pada desa-desa se kota Batu,”urai Imam Suryono.

Menurutnya lagi, acara gelaran tradisi suro’an ini merupakan bagian pula dari peran masyarakat dusun Pager Gunung untuk menjadi bagian terciptanya seni budaya yang dipertahankan sebagai rekomendasi penguat wisata budaya di kota Batu. Maka hal ini masyarakat desa sudah banyak yang bergerak untuk mewujudkan budaya maupun distinasi. Karena,” urai Imam Suryono Dinas Pariwisata Batu sudah melakukan pelatihan, bimtek, sosialisasi pada desa-desa agar bisa selalu meningkatkan lagi dan menggali potensi kedaerahan yang bisa tercipta menjadi sebuah wisata, untuk bisa dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah di luar kota Batu.

 

(68)