Lusa, Koran SINAR PAGI Gelar Rakornas di Palabuhan Ratu, Kab.Sukabumi

Pewarta : Avenk

Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi,- Rapat Koordinasi Nasional Koran SINAR PAGI yang akan dilaksanakan pada tanggal 12 – 14 September 2019 di Hotel Cleopatra, Palabuhan Ratu, Kab.Sukabumi Jawa Barat, sekaligus Milad ke 7 (tujuh) media ini tinggal menghitung hari.

Animo peserta untuk mengikuti acara tahunan ini terbilang cukup tinggi, dimana para Kepala Biro dan Kepala Perwakilan serta Koordinator Wilayah tidak hanya dari wilayah Jawa Barat tapi dari Pulau Sumatera pun menyatakan siap hadir dengan membawa segenap anggotanya.

Kabiro Koran SINAR PAGI, Kab.Purwakarta, Dede M Ramlan

Salah satunya, Kabiro Kab.Purwakarta, Dede M Ramlan, yang tampak begitu antusias untuk menghadiri Rakornas Koran SINAR PAGI, “Tidak sabar rasanya untuk segera bisa bertatap muka dengan seluruh Keluarga Besar Koran SINAR PAGI,” ucapnya melalui aplikasi perpesanan Whattsapp, Rabu (11/09/19).

Menurutnya, melalui kegiatan Rapat Koordinasi Nasional sekaligus Milad ke VII Koran SINAR PAGI ini, selain bisa mengevaluasi kinerja jajaran Koran SINAR PAGI untuk lebih berkembang kedepan, ajang ini juga menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi dengan seluruh personil Koran SINAR PAGI dan www.koransinarpagijuara.com, tambahnya.

Sementara menurut Sekertaris Panitia Rakornas KSP, Ajid Alfaro, kesiapan panitia hingga H-2 sudah mencapai 90%, “Insya Allah pada saat pelaksanaannya nanti, segala sesuatunya mulai dari gedung untuk Rakor dan akomodasi lainnya akan siap 100%,” ucapnya.

Dia berharap, melalui kegiatan ini, bisa membawa KSP kearah yang lebih baik.

Diberitakan sebelumnya, menurut Wawan Nurjaman,S.Sos.,MM, Pemimpin Redaksi Koran SINAR PAGI, Rakor yang akan diselenggarakan di Kab.Sukabumi ini akan menitikberatkan pembahasan dalam menyikapi citra negatif yang terlanjur melekat pada insan pers akibat ulah segelintir oknum tidak bertanggung jawab terhadap profesi yang disandangnya sebagai seorang Jurnalis.

“Dalam perjalanan perkembangannya hingga sekarang, ternyata banyak hal-hal yang membuat citra insan pers dan industrinya dinilai public cenderung negative seperti, julukan wartawan amplop, wartawan bodrek, wartawan CNN (Can Nulis Nulis) / (belum pernah menulis), wartawan tanpa surat kabar dan julukan – julukan negatif lainnya yang cenderung membuat dunia pers seakan dipenuhi oleh insan-insan dengan mentalitas buruk,” ujarnya.

(39)