Ketersediaan Gas LPG 3 Kg di Kecamatan Cibatu Stabil

Pewarta : Fitri

Koran SINAR PAGI, Kab.Garut,- Kebutuhan gas LPG di masyarakat saat ini terpenuhi, selain mudah didapat, harga pun sesuai dengan HET. Hal tersebut disampaikan Humas Hiswana Migas Kabupaten Garut, Evi usai melakukan pengecekan ke beberapa kecamatan yang ada di wilayah Garut Utara, tepatnya di Kecamatan Cibatu, Kadungora dan Wanaraja.

“Setelah ada informasi di Cibatu, Kadungora dan Wanaraja terjadi kelangkaan dengan harga jual mencapai Rp.30.000, maka kami langsung turun ke daerah-daerah tersebut untuk kroscek, namun ternyata ketersediaan gas masih normal,” ujarnya, Rabu (11/09/19).

Dikatakan Evi, kebutuhan gas Lpg 3 Kg di Kabupaten Garut memang sangat banyak dimana salah satunya disebabkan karena masih adanya masyarakat kalangan menengah yang menggunakan gas bersubsidi.

Seharusnya kata dia lagi, bagi masyarakat kalangan menengah menggunakan Bright Gas (BG) berukuran 5,5 Kg.

“Secara pasokan tidak terjadi kelangkaan serta tidak ada pengurangan dari Pertamina, tetapi karena masih banyaknya masyarakat kalangan menengah yang menggunakan gas bersubsidi, maka permintaan gas LPG 3 Kg di Garut jadi tinggi,” ucapnya.

Untuk mengatasi hal ini, Hiswana Migas Garut bersama Pertamina MOR III Jawa Barat, terus melakukan sosialisasi terkait penggunaan Bright Gas (BG) 5,5 Kg. Hal tersebut dilakukan agar kalangan menengah untuk beralih yang semula menggunakan ukuran 3 Kg menjadi ukuran 5,5 Kg.

“Tentu saja dalam hal ini peranan Pemerintah Kabupaten Garut harus ikut membantu terutama terhadap ASN,” ucapnya.

Sementara salah satu warga Kampung Asem, Desa Keresek, mengatakan, selama ini tidak pernah kesulitan untuk mendapatkan gas berukuran 3 Kg termasuk harganya masih normal.

“Di pangkalan kita masih tetap membeli sesuai dengan harga normal yakni Rp 16 ribu. Gak langka banyak juga yang jualan,” ucapnya.

Hal senada dikatakan Linda warga Kampung Sindangkasih, Desa Cibatu, ketersediaan gas 3 Kg banyak. Bahkan harganya masih Rp 16 ribu itupun dalam mendapatkannya tidak sulit.

“Normal, tadi saja baru beli isi ulang harganya tidak mencapai Rp.16 ribu kalau dipangkalan. Kalau belinya dari pengecer beda-beda dikit tidak mencapai Rp.30.000,” singkatnya.

(6)