easy research paper outline world war 2 thesis topics structure of 1000 words essay sample paper of apa format short essay format template

Tiga Masalah Pendidikan

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Ketua PB PGRI)

Jika Ki Hajar Dewantara menyebut istilah “Tri Pusat Pendidikan” maka Saya sebut ada tiga masalah pendidikan. Bila Tri Pusat pendidikan terdiri dari keluarga, sekolah dan masyarakat. Maka tiga masalah pendidikan terdiri dari orangtua, guru dan pemerintah. Tiga hal ini sangat menentukan suksesnya pendidikan.

Sejumlah teori pendidikan mulai dari Maria Montessori, Paulo Preire, Thomas Licona, Aristoteles, Al Ghazali bisa kita baca. Namun terlalu teoritik bila kita harus “mengunyah” sejumlah referensi terkait pendidikan. Terutama bagaimana sukses pendidikan bagi anak didik.

Ada pepatah lama mengatakan, “Mau dijadikan apa pun seorang anak tergantung kedua orangtuanya”. Pepatah selanjutnya mengatakan, “Sehebat-hebatnya orangtua Ia tetap memerlukan bantuan orang lain (guru) untuk mendidik anaknyanya”. Guru dan orangtua adalah faktor terpenting suksesnya pendidikan anak.

Bagaimanakah bila orangtua barbar, radikalis dan bahkan berani menganiaya dan melukai gurunya ? Ini sangat bahaya! Orangtua yang lebay dan over protektif pada anaknya sangat bahaya. Salah sedikit pola didik guru bisa menimbulkan masalah. Orangtua lebay dan reaktif sangat berbahaya bagi dunia pendidikan.

Seorang guru bisa masa bodoh dan membiarkan apa saja perilaku seorang anak didik daripada mendapatkan serangan dari orangtua. Guru tidak mau dikriminalisasi karena mendidik dan mendisiplinkan anak didik. Guru bertugas formalistik saja. Cukup mengajar saja. Terserah anak mau dengar atau tidak! Datang mengajar dan pulang. Ini bahaya.

Orangtua lebay dan reaktif plus guru masa bodoh sebuah paduan yang merusak dunia pendidikan kita. Orangtua dan guru bermasalah akan melahirkan generasi bermasalah pada masa yang akan datang. Orangtua dan guru bermasalah sangat tak pantas mendapatkan amanah. Amanah hanya pantas diberikan pada orang waras dan cerdas memahami kehidupan.

Faktor ketiga adalah pemerintah. Pemerintah harus mampu menggiring hadirnya para orangtua dan guru yang terbaik. Pola rekrutmen pemerintah terhadap guru harus ketat namun mampu memberikan kesejahteraan tertbaik. Guru harus diseleksi dengan ketat. Ketika lulus maka harus digaji dengan gaji yang fantastis.

Orangtua yang lebay dan radikal terhadap guru bila perlu hak asuh anaknya diambil oleh negara. Orangtua “sakit” jangan diberi amanah mendidik anak. Anak secara biologis memang terlahir dari kedua orangtuanya namun secara strategis Ia terlahir di sebuah negara. Rahim besar dan orangtua besarnya adalah negara. Negara berhak menjamin masa depan seorang anak.

Bila orangtua hebat, guru profesional dan pemerintah memberikan kesejahteraan yang fantatis pada guru maka pendidikan akan wow. Seleksi guru dengan ketat guru biasa-biasa saja jangan diloloskan. Beri sanksi pada setiap orangtua yang lebay dan gagal mendidik anak. Pemerintah harus hadir melalui birokrasi pendidikan yang melayani bukan ingin dilayani.

(23)