Kades Mekar Maju, Kemenprin RI & ITB Dorong Produktifitas & Kesejahteraan Pandai Besi Wujudkan Desa Juara

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Berawal dari keperihatinan banyaknya produk perkakas yang bersumber impor mendominasi Indonesia. Kepala desa Mekarmaju Usep Benjamin bekerja keras dan optimis membangun desanya. Karena melihat potensi desa banyak warganya yang mencari nafkah melalui keahlian pengrajin. Kepala Desa membangun kerjasama dengan Kemenprin RI dan perguruan tinggi negeri ITB untuk meningkatkan daya saing SDM dan kualitas produk alat perkakas. Kerjasama ini juga sebagai langkah mewujudkan desa juara yang digelorakan pemerintah provinsi Jawa Barat.

Kepala desa Mekar Maju, Kecamatan Pasir Jambu, Usep Benjamin menjelasakan, “ Pemerintah desa saat ini sudah menjalin kerjasama dengan Kementrian Perindustrian dan kampus ITB. Kedepannya ada upaya pendirian Material Center, untuk membantu para IKM produsen perkakas pertanian dalam memenuhi kebutuhan bahan baku secara kontinu dengan harga terjangkau.

Selain itu program ini melibatkan Tenaga Pengajar dari Prodi Teknik Metalurgi ITB. Para akademisi ini mendampingi para peserta dalam hal teknis produksi cangkul yang memenuhi standar SNI, jelasnya kepada wartawan media cetak dan online di ruang kerjanya (13-8-2019)

Selanjutnya Usep Benjamin menjelaskan, intinya pemerintah desa selalu siap memfasilitasi untuk kerjasama dengan berbagai pihak untuk kesejahteraan dan kemajuan desanya dari tahun ke tahun. Infrakstuktur di desa Mekar Maju sudah banyak yang terbangun. Kedepannya desa akan fokus memperluas dan memperkuat daya saing ekonomi melalui Bumdesa.

Disisi lain, H. Dedep Abdul Rohman ketua Industri Kecil Menengah (IKM) Desa Mekar Maju mengungkapkan saat ini kapasitas produksi pengrajin di desa kurang lebih mencapai 10.000 perkakas setiap bulannya. Dan para pengrajin kedepannya memiliki target yang sama yaitu bersaing diskala pemesanan yang besar. Dengan berupaya mengacu kepada hasil produk yang sesuai SNI (Standar Nasional Indonesia).

Pengrajin dari generasi ke generasi banyak mengalami kemajuan. Diantaranya saat ini sudah merintis melalui pemasan online di www. Bajajaya.com yang menghasilkan omset rata-rata Rp.10-15 juta setiap bulannya. Dengan adanya material center dari gagasan kerjasama antara berbagai pihak akan menjadi percepatan pertumbuhan ekonomi baru.

(13)