XTC, GBR, Brigez & Moonraker Bersatu Pada Majelis Kaffah Di Masjid Mujahidin

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Dewan Kemakmuran Masjid Mujahidin Gandasari Katapang bekerjasama dengan karang taruna Rw O6, dan majelis Kaffah. Dengan menyelenggarakan kajian khusus generasi muda bertema hijrah menjadi muslim kaffah. Acara berlangsung di masjid Mujahidin, diisi dengan share tentang pengalaman hijrah antar komunitas, tausiah dari Ustadz Lutfi Apandi, Ustadz Hendi Faisal dan ditutup dengan ngaliwet bareng. Acara dimulai pukul 20:00-23:30wib (20-7-2019)

Informasi yang dihimpun koransinarpagijuara.com dilokasi acara. Hadir perwakilan karang taruna RW 06, Ketua RW, komunitas XTC, GBR, Brigez, dan Moonraker. Pada kesempatan tersebut mereka saling berbagi tentang pengalaman hijrahnya.

Saat acara berlangsung Ustadz Lutfi Apandi membahas tentang pentingnya hijrah yang totalitas. “Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian ke dalam islam secara kaffah (menyeluruh)… .” [Al-Baqarah ayat 208)

Kaffah bisa diartikan menyeluruh, totalitas, atau sempurna. Analoginya sperti ini, jika son sistem ini bisa nyala dengan 1500 wat, tapi listrik hanya 1300 wat. Maka son sistem tidak akan nyala. Walaupun ada listriknya yang mengaliri 1300 watt.

Selanjutnya kalau telur menetas setelah ayam mengeraminya selama 21 hari. Ayam hanya mengeraminya 19 hari, pasti telur tidak menetas.

Dan kalau kita batal sholat pada rakaat terahir, kita bukan diperintah langsung untuk sholat pada rakaat terahir. Tapi kita diperintahkan untuk mengulangi dari awal. Inilah contoh diantara kondisi muslim yang kaffah dan tidak.

Dunia ini ladang ibadah, kaffah diantara  jalan untuk diterimanya amal. Pada tafsir Ibnu kasir, diceritakan tentang seorang yang ingin mengamalkan Al-quran satu hari dan sedikit mengamalkan kitab taurot. Namun hal itu ditolak karena bukan bentuk ibadah yang kaffah.

Pada kesempatan dakwah tersebut, Ustadz Luffi Apandi dan Hendi Faisal mengarahkan jama’ah yang hadir untuk mengamalkan hadist tentang pentingnya ilmu sebagai bekal hijrah

“barang siapa yang menempuh jalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudhka baginya jalan menuju surga.”(HR. Muslim)

Selain itu jama’ah juga diajak agar belajar dan memahami tentang sistem politik, ekonomi, pertahanan, hukum pidana islam dan pemerintahan islam. Untuk kejayaan islamkedepannya

Penutupan acara dengan makan nasi liwet bersama-sama di halaman masjid Mujahidin

(50)