PAD Medan Menurun, Aktivis Gelisah Kan Kinerja OPD Medan

Pewarta : Ester

Koran SINAR PAGI, Kota Medan,- Pendapatan asli daerah kota Medan tak sesuai dengan target dan harapan, pasalnya banyak sumber pendapatan yang belum mampu dicapai maksimal oleh Pemerintah Kota Medan.

Sebagai contoh pajak reklame dari target Rp.120 miliar, namun realisasi baru Rp.5 miliar lebih. Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari target Rp.147 miliar realisasinya Rp.8,8 miliar. Retribusi parkir tepi jalan umum dari target Rp.48 miliar realisasi hanya Rp.9,2 miliar. (Dilansir dari Medaninside.com)

Hingga hal itu akan berdampak dalam gangguan keuangan kota Medan itu sendiri. Karena pada dasarnya PAD adalah sumber utama dalam pembiayaan kota Medan.

Akibatnya, Tokoh aktivis mahasiswa Medan pun ikut menyoroti keadaan kota nya itu, Menurut nya hal itu bisa saja disebabkan karena kurang seriusnya kinerja OPD

“Apa kerja Organisasi Perangkat Daerah/Dinas terkait seperti Dispenda Kota Medan? Masak pengelolaan keuangan kota saja bisa menurun seperti ini, waduh Medan ini ibukota provinsi loh,” ungkap Ainil Ahmad Hasibuan, Dalam Keterangan Tertulisnya, Selasa (23/07/19)

Lanjut nya, Medan merupakan kota metropolitan jika keuangan nya saja tersendat akan berdampak serius

“Aneh nanti, Kota Besar seperti Medan yang dikenal dengan sebutan Metropolitan nya, bermasalah soal keuangan, karena banyak sumber yang bisa kita dapati,” cetusnya.

Ia mengatakan masalah itu harus serius ditangani oleh pihak Pemerintah Kota, khususnya OPD

“Pentingnya kita rekom ke Pemko, ini jangan dijadikan masalah sepele karena ini terlalu krusial, OPD yang tak bisa Kerja kita minta pada Wali kota untuk mempertimbangkan”,” pungkasnya.

Tambah Ainil Ahmad Hasibuan lagi, sudah seharusnya Walikota Medan Drs.H.T Dzulmi Eldin S MSi dan Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi agar pertimbangkan OPD yang tak capai target, apalagi soal PAD ini,” tandas Ainil, Yang juga merupakan Sekretaris Jendral Ikatan Mahasiswa Kota Medan-IMK.

(47)