Mantan Jurnalis Diadukan ke Polisi Terkait Unggahan Status Facebook

Pewarta : Ayi Suherman

Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi,- Dengan didampingi 3 (tiga) orang rekannya yakni Mpap, Ahmad Jamaludin dan Agus Wali, Irwan Kurniawan mantan jurnalis sekaligus penggiat Sosial Politik di Kab.Sukabumi, datang memenuhi panggilan Polisi, terkait statusnha di akun Facebook miliknya, yang dianggap mengandung unsur penghinaan dan pencemaran nama baik.

Irwan tampak tenang saat memasuki gedung Reskrim Polres Sukabumi sambil membawa surat panggilan yang sebelumnya diterima dirinya, “Ya ini mau ke Polres memenuhi panggilan untuk klarifikasi dugaan tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik,” ujar Irwan singkat.

Dalam surat bertanggal 11 Juli 2019 yang ditujukan kepada Irwan dari Satuan Reskrim Polres Sukabumi, agar memenuhi panggilan pada hari, Senin tanggal 15 Juli 2019 mendatang, untuk mengklarifikasi dan didengar keterangannya oleh penyidik Satreskrim Polres Sukabumi, terkait kasus dugaan tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik, melalui media sosial facebook dengan nama akun Irwan Kurniawan. 

“Suratnya baru diterima hari (Jumat) yang di antarkan oleh dua orang mengantarkannya ke rumah,” jelas Irwan.

Dia menegaskan, sebagai warga negara yang taat hukim, dirinya siap hadir memenuhi undangan penyidik satreskrim Polres Sukabumi tersebut.

“Saya berharap pemanggilan ini bukan sebagai upaya pembungkaman terhadap suara saya,” ujarnya.

Ia mengaku cukup kaget dengan pemanggilan ini, karena dirinya merasa status di akun facebooknya, selama ini tidak pernah melecehkan personal atau orang.

“Saya tidak pernah nyerang pribadi, ataupun sindir sampir, status itu juga tidak langsung menunjuk orang atau pribadinya.” terangnya.

Warga Cibolang Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi ini mengakui jika dirinya sering melakukan kritik melalui akun facebooknya.

“Kalau kritik iya tapi saya juga heran kalau kritik yang dipermasalahkan, apalagi deliknya penghinaan dan pencemaran nama baik, selama ini saya menjadikan media sosial untuk ajang diskusi sehat, saya juga siap dikomentari dan dikritik oleh siapapun,” tegas Irwan.

Pria yang sempat menjadi jurnalis di sejumlah media lokal Sukabumi baik cetak maupun online ini, tidak menampik jika tensi diskusi di media sosial akhir – akhir ini sedikit meninggi, terutama terkait wacana Pilkada 2020 Kabupaten Sukabumi. 

“Saya kira sih terlalu berlebihan kalau masalah wacana politik main lapor, toh semua memanfaatkan media sosial, apalagi soal politik, tapi intinya saya siap memberikan keterangan ke polisi, karena saya tidak pernah merasa menghina atau mencemarkan nama baik pribadi di media sosial, saya cukup berhati-hati dalam hal ini,” pungkasnya.

(7)