essay format sentance by sentence five paragraph essay template essay with turabian style best persuasive essay topics how to choose a college essay topic

Kyai Maulana Al-jabar & Pimred Koran SINAR PAGI Bahas Persatuan Bangsa Di Pesantren Abangan Cirebon

Pewarta: Dwi Arifin S.Pd

Kabupaten Cirebon (Koran SINAR PAGI )-, Tim Liputan yang terdiri wartawati kejaksaan Mely, Wahyudi Kepala litbang, dan penanggung jawab rubik desa juara Dwi Arifin S.Pd dipimpin langsung oleh Pemimpin Redaksi (Pimred) Koran SINAR PAGI Wawan Nurjaman S.Sos M.M pada beberapa hari yang lalu 10 Juli 2019 melaksanakan kunjungan kerja ke Bupati Cirebon hingga Kyai pesantren Abangan Al-jabar Palimanan, Kabupaten Cirebon.

Setelah selesai interaktif di rumah dinas Plt Bupati Cirebon, Drs Imron Rosadi M.Ag membahas tentang gaya kepemimpinan Bupati dan karir politiknya. Tim liputan berkunjung ke pesantren Abangan untuk bertemu dengan pengurus pesantren  Kyai Maulana Al-Jabar. Pada kesempatan tersebut Pimred dan wartawan berinteraktif tentang persatuan dan pembangunan masyarakat.

arsitektur pesantren Abangan yang penuh dengan warna merah dan tebok tebal

Pada awal obrolannya, Kyai Maulana Al-Jabar menyampaikan sambutan hangat tentang kedatangan tamu wartawan. “alhamdulillah kita bisa silahturahmi lagi, setelah lama tak berjumpa” ungkap Kyai kepada wartawan.

Kyai Maulana selanjutnya menyampaikan tentang pentingnya tokoh agama, politik dan lainnya menjalin hubungan baikan dengan wartawan. Dibahas juga tentang karir dari tokoh wartawan H. Harmoko (lahir di Patianrowo, Nganjuk, Jawa Timur, 7 Februari 1939; umur 80 tahun) adalah politikus Indonesia yang mengawali karirnya dengan menjadi wartawan sampai menjabat sebagai Menteri Penerangan Indonesia pada masa Orde Baru, dan Ketua MPR pada masa pemerintahan BJ Habibie. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia, dan kemudian menjadi Menteri Penerangan di bawah pemerintahan Soeharto.

Pada masa pemerintahan Soeharto, media masa sangat mendukung untuk menciptakan kedamaian di masyarakat. Beda dengan jaman sekarang banyak aib dan hal-hal memicu konflik hadir melalui media.

Selanjutnya Kyai menyampaikan pesan pentingnya, adab kepada sesama, adab dan ilmu, larangan menjelek-jelekann suatu kaum seperti yang dijelaskan dalam Al-qur’an

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki mengolok-olok kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan” (al-Hujuraat: 11)

Setelah membahas ayat tersebut Kyai Maulana mengingatkan tentang pentingnya memperbaiki orang lain atau umat dari pada mencaci makinya. Kondisi saat ini banyak yang memicu terbelahnya persatuan umat. Seperti karena seorang dekat dengan pejabat, dia tidak perlu nganti dan bisa mengurus sesuatu yang berhubungan dengan pemerintah dengan cepat, mereka tidak perlu antri disaat yang lain antri. Terus orang yang kaya tidak mau menjadi dermawan. Padahal mereka kaya karena ada jerih payah keringat yang keluar dari orang miskin yang bekerja padanya. Sehingga wajar jika adanya perampokan, karena orang kaya tidak menghargai orang miskin yang memiliki hak darinya untuk dibantu. Orang miskin itu kalau dihargai dan dibantu, pasti dia akan menjadi penjaga bagi orang-orang kaya disekitarnya.

Penting bagi kita yang ingin memperbaiki kondisi negeri ini bersatu meneladani bagaimana Nabi Muhammad S.A.W membimbing umat untuk kedepannya.

Setelah membahas itu Pimred Koran SINAR PAGI, Wawan Nurjaman S.Sos M.M menanggapi dengan menyampaikan kondisi politik pacsa pilpres yang berdampak pada terbelahnya masyarakat. Pada dasarnya kehadiran pesantren seperti ini menjadi penyejuk dan tempat pemersatu umat. Islam hadir ke Indonesia sebagai rahmatan lil alamin melalui pesantren-pesantren.

Kegiatan pesantren Abangan yang rutin diselenggarakan untuk mempersatukan masyarakat

(43)