how to write a multiple choice question what is a hook sentence in an essay free write example topic essay examples example of profile essay

Pelaksanaan APBD Medan, F-Gerindra: Silpa 2018 Lebih Buruk dari 2017

Pewarta : Ester

Koran SINAR PAGI, Kota Medan,- Medan: Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan tahun 2018 dinilai belum maksimal. Meski ada peningkatan (PAD) dari tahun sebelumnya, namun pencapaian itu tergolong rendah karena masih jauh dari yang ditargetkan.

“Pencapaian PAD hanya 81,19 persen dari yang ditargetkan. Kami menilai pencapaian ini belum maksimal,” kata juru bicara Fraksi Gerindra DPRD Medan Proklamasi K Naibaho dalam pemandangan umumnya terhadap nota pengantar Kepala Daerah atas Ranperda Kota Medan tentang Laporan Pertanggungjawaban (LPj) pelaksanaan APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2018 di gedung dewan, Senin (24/06/19).

Menurut Proklamasi, belum maksimalnya pencapaian target PAD ini erat kaitannya dengan kinerja pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan.

“Jika memang ada pimpinan OPD yang tidak profesional atau lalai dalam kinerjanya, Wali Kota perlu mengevaluasinya,” kata Proklamasi.

Dalam nota pengantar Wali Kota Medan Dzulmi Eldin disebutkan bahwa realisasi APBD TA 2018 terkait pendataan secara akumulatif yakni pendapatan mencapai Rp.4,25 trliun. Ini terdiri dari PAD sebesar Rp.1,63 triliun lebih, pendapatan transfer Rp.2,61 triliun lebih. Total realisasi pendapatan ini mencapai 81,19 persen.

“Jika dibandingkan realisasi pendapatan tahun 2017 sebesar 79,82, memang ada sedikit peningkatan. Tapi masih jauh dari target yang ditetapkan,” kata Proklamasi.

Untuk realisasi Belanja TA 2018 mencapai 77,32 persen. Menurut Proklamasi, ini sedikit menurun jika dibandingkan realisasi belanja TA 2017, sedangkan transfer bantuan keuangan secara akumulatif tahun 2018, realisasinya mencapai Rp.1,52 miliar lebih.

Sementara Sisa Laporan Pengguna Anggaran (Silpa) TA 2018 sebesar Rp.67,31 miliar lebih. Ini lebih tinggi dibanding Silpa TA 2017 sebesar Rp.43,70 miliar lebih.

“Ini artinya Pemko Medan gagal dalam mengelola keuangan daerah. Harusnya kan bisa mengurangi Silpa bukan malah menambah. Kenapa 2018 lebih buruk dari 2017? Ini perlu penjelasan,” katanya.

(1)