Pemerintah Desa Ngrance Rela Menonaktifkan Pelayanan Demi Hajatan dan Tradisi

Pewarta : Ok

Koran SINAR PAGI, Kab.Tulungagung,- Pernyataan saya terkait tidak aktifnya pelayanan di kantor balai desa hari ini karena adanya hajatan dan tradisi kupatan di daerah, sehingga ada kesepakatan bersama untuk menonaktifkan pelayanan pada hari itu.

Saya sebagai sekretaris desa baru,  menghormati keputusan sesepuh mengikuti tradisi tersebut” bunyi pesan singkat yang diterima dari Sekretaris Desa Ngrance, kecama-tan pakel kabupaten Tulungagung ketika dikonfirmasi terkait tidak ada satupun staf atau perangkat yang berada di balai desa kemarin (12/06). Bahkan semua pintu pagar dan pintu ruangan tertutup rapat.

Kepala Desa Ngrance Slamet ketika dikonfirmasi dirumahnya mengatakan kalau sedang rewang (membantu) dirumah kerabatnya. Maaf saya tidak tahu kalau balai desa tidak ada pelayanan alias tidak buka karena hari ini tidak kesana sama sekali ” ujar Slamet.

Camat Pakel Fathoni ketika dikonfirmasi diruangannya me-ngatakan pelayanan pada hari rabu (12/06) tetap harus berjalan alias buka tidak boleh tutup kare-na tidak ada himbauan ataupun perintah untuk libur pada hari itu.

Saya tahu ini masih suasana leba-ran apalagi bertepatan lebaran ketupat, dan juga tidak melarang karena tradisi tapi alangkah baik kalau datangnya bergiliran sehi-ngga tidak perlu menonaktifkan pelayanan, apalagi di jam kerja, jelas sudah tidak sesuai dengan peraturan”ujar Fathoni.

Perayaan lebaran adanya hanya di Durenan kalau Kecamatan pakel hanya terkena imbas dari peraya-an tersebut, percuma berlomba membangun balai desa yang ba-gus agar bisa melayani masyara-kat dalam pengurusan surat me-nyurat kalau seperti ini jadinya, “tegas Fathoni

Hal ini jelas tidak bisa dibenarkan, akan ada sanksi tegas terkait hal itu. Saya pastikan itu, “kata Fathoni mengakhiri pernyataan-nya.

Seperti inikah bentuk pelayanan yang baik untuk masyarakat?

(144)