Sahur On The Road “Komunitas Mufeedah Berbagi”

Pewarta : Avenk

Koran SINAR PAGI, Kota Bandung,- Bulan Ramadhan menjadi momentum pengumpulan pahala dan keberkahan bagi umat Islam dalam beribadah, salah satunya ibadah melalui bersodaqoh, sesuai dengan anjuran dalam ajaran Agama Islam, disamping memperbanyak amalan utama serta doa untuk meraih ampunan Allah SWT.

Rasulullah mengajarkan umatnya untuk selalu bersedekah. Hadits riwayat Imam Bukhari mengatakan bahwa Rasulullah adalah orang yang paling dermawan dan lebih dermawan lagi ketika bulan Ramadhan.

Sahur On The Road “Mufeedah Berbagi”

Berkaitan dengan hal tersebut, sekelompok emak – emak sholehan yang mengatasnamakan Komunitas Mufeedah, dimana anggotanya merupakan alumnus SMA Negeri I Kota Sukabumi, Sabtu (18/05/19) dini hari tadi, menggelar bhakti sosial berupa kegiatan Sahur On The Road (SOTR) “Mufeedah Berbagi”.

Menurut Desiana Tri Amarawati (50), kegiatan bagi – bagi nasi kotak untuk bersahur kali ini, selain mendatangi Yayasan Rumah Anak Kanker yang berada didaerah Cipaganti, Sukajadi Bandung, Mufeedah juga berbagi dengan para tukang becak, manusia gerobak, gelandangan dan lain – lain yang berhasil ditemui di sepanjang jalan.

“Kami siapkan 100 kotak nasi untuk berbagi dengan orang – orang yang membutuhkan,” ujarnya lewat aplikasi perpesanan WA.

Bhakti Sosial yang digelar tersebut, lanjut Desi, dilakukan selain sebagai bentuk wujud rasa syukur atas ni’mat yang telah dilimpahkan Allah SWT, juga sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama terutama yang tengah membutuhkan.

Dalam kesempatan itu, Desi menyampaikan ucapan terima kasih kepada para dermawan khususnya Alumni Smansa Kota Sukabumi yang telah turut andil dengan menyumbangkan dananya demi kelancaran kegiatan bhakti sosial tersebut.

Sedikit informasi, dalam beberapa tahun terakhir Komunitas Mufeedah secara intens melakukan bhakti sosial yang dikemas dalam berbagai kegiatan, salah satunya penggalangan dana untuk bersodaqoh melalui bazaar pakaian bekas, dan hasilnya disumbangkan kepada masyarakat yang benar – benar membutuhkan bantuan.

(82)