Permasalahan Sampah Butuh Perhatian Serius Dari Pemkab.Garut

Pewarta : Fitri

Koran SINAR PAGI, Kab.Garut,-Permasalahan sampah memang bisa dikatakan menjadi suatu hal yang masih dalam mencari titik untuk di selesaikan, pasalnya dari kehidupan manusia itu sendiri selalu makan – makanan yang menghasilkan sampah, tak heran jika banyak sampah yang menumpuk dan berserakan di ruas-ruas jalan sekitar kabupaten Garut.

Ketua DPK GmnI FPIK, Moh Sehabudin mengatakan, Persoalan sampah memang menjadi momok yang harus segera di selesaikan Pemkab Garut, mengingat cuaca yang sedang musimnya hujan, dan bisa berdampak bencana banjir ataupun bencana lainya bagi masyarakat kabupaten Garut.

Ketua DPK GmnI FPIK, Moh Sehabudin

“Saya sebagai masyarakat memang sudah merasakan ketidak nyamanan dari sampah – sampah yang berserakan, banyak sekali masyarakat yang membuang sampah ke kali Cimanuk, dikarenakan mereka bingung harus membuang sampah kemana, dari pada tidak enak di pandang jika menumpuk sampah disekitaran ruas Jl. Guntur Melati dan juga TPS di Kelurahan Haur panggung sangat lah kecil dan tidak muat menampung sampah dari masyarakat tersebut,” ucapnya, Selasa (14/05/19).

Dikatakan, perlu adanya strategi khusus dari Pemkab Garut untuk meminimalisir permasalahan tersebut, disamping perlu adanya kesadaran dari masyarakat untuk berjibaku dalam membangun Kabupaten Garut yang bersih dan nyaman.

“Dan setelah mencoba advokasi langsung ke TPA Pasir Bajing, memang miris melihat kondisi tempat tersebut yang sangatlah bagaikan bukit sampah, jalan yang becek dan juga rusak, membuat akses menuju pembuangan sangat sulit, alat pengangkut sampah tidak bisa berjalan dengan lancar”, tandasnya.

Sementara petugas TPA Pasir Bajing, Redi, mengatakan dalam hal ini, Pemkab Garut sudah mulai mengatur strategi untuk menyelesaikan masalah di TPA, yang mana akan ada pembaharuan jalan untuk mempercepat akses pembuangan.

“Tetapi kami kurang alat berat untuk membereskan sampah yang masih berserakan, dan juga mengingat dulu pernah ada alat daur ulang (Kompas) untuk memanfaatkan sampah – sampah”, tambahnya.

(41)