BNN Kuningan Ringkus Dua Wanita Kurir Narkoba Dan Oknum Kepala Desa

Pewarta : Maman K
Koran SINAR PAGI, Kuningan,- Indonesia kini menjadi pasar dan sasaran potensial baik bagi oknum-oknum berkuasa ataupun rakyat untuk melakukan tindakan-tindakan kriminilitas yang dapat merusak dan merugikan pihak lain serta merugikan negara, mulai dari suplayer Narkotika kelas kakap antar negara maupun bandar-bandar kecil hingga menjadi kurir Narkotika telah tercipta jejaring barang dan tindakan haram lainnya hingga kepelosok desa dan kampung-kampung. Lalu bagaiman sikap pemerintah?
Sebagai ilustrasi dari tiga peristiwa yang terjadi di Indonesia dan harus di sikapi serius oleh pihak pemerintah untuk megimplementasikan hukum dan Undang Undang.

Di daerah Kabupaten Kuningan, BNN telah membuktikan maraknya peredaran Narkotika jesnis shabu yang di perdagangkan secara bebas oleh dua orang wanita berstatus IRT (Ibu Rumah Tangga), dan Kepala Desa sebagai pengguna.

Kedua IRT tersangka pengedar dan pengguna barang haram tersebut antara lain AS alias Cotel (42), warga RT 03/04 Dusun Kahuripan, Desa/Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan telah melakukan pelanggaran tindak pidana dan terancam hukuman penjara dalam pasal 114 ayat (1) jo. Pasal 112 ayat (1) Undang Undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika yang terbukti memiliki 0,12 gram narkotika jenis Shabu.

Ancaman hukuman serupa juga dikenakan pada tersangka NC alias Mamih (39) warga RT 02/01, Desa Sukamulya, Kecamtan Garawangi, Kabupaten Kuningan iapun melanggar pasal 114 ayat (1) jo. Pasa 112 jo. Pasal 127 ayat (1) huruf (a) Undang Undang No, 35 tahu 2009 tentang Narkotika, sedangkan tersangka lainnya yang kini menjadi DPO BNN Kuningan berinicial J warga Kuningan dan S warga Luragung, Kabupaten Kuningan.

“Penangkapan kedua tersangka tersbut bedasarkan informasi berharga dari masyarakat, setelah akurasi data valid BNNK melakukan tindakan penangkapan terhadap tersangka AS alias Cotel dan ternyata tersangka mememiliki barang haram jenis sabu satu paket terbungkus plastik klip bening yang di bungkus tisyu putih dikemas kedalam sebuah bungkus sikat gigi yang di selipin di kantong depan bagian kanan celana Jeans pendek warna biru.

Barang haram yang di dapat dari AS alias Cotel itu, lanjut Kapala BNNK Kabupaten Kuningan Edi Hayadi, di duga dari tersankga NC alias Mamih, kemudian setelah cukup bukti, kedua tersangka tersebut oleh BNNK Kabupaten Kuningan di gelandang ke Kantor BNNK Kabupaten Kuningan untuk di mintai keterangan lebih lanjut,” beber Kapala BNN Edi Hayadi di dampingi Warga Supena Bidang Pemberantasan BNNK serta serta dari Kejaksaan Kuningan dalam konfrensi Persnya Kamis (11/4/19) di kantor BNNK.

Penangkapan pertama di lakukan BNNK di sekitar mesjid desa sidaraja kecamtan ciawigebang terhadap tersangka AS Selasa (23/4/19) sekira pukul 20.30 WIB, hasil dari pengembangan BNNK juga berhasil meringkus NCalias Mamih di Desa Sukamulya Kecamatan Garawangi, kami juga mengejar seorang laki laki berinical RY yang mengaku Kepala Desa Sagaranten Kecamatan Ciwaru yang berada di salasatu hotel dibilangan Cgandamekar namun yang bersangkuta sudah idak ada di temat, BNNK hanya mendapatkan alat hisap shabu, bekas pake

Setelah lewat dua hari melalui bantuan Babinsa dan Camat Ciwaru Kades RY di geldang ke Kantor BNNK, setelah melalui tes urine dan dari hasil tes urine tersebut yang terbukti positif menggunakan Narkoba adalah NC dan RY. Kedua perempuan sejak tanggal 23 ditahan di BNNK, sementara Kades RY hanya di tahan satu hari di BNNK.

(25)