Strategi Kuatkan Bumdesa Dari Kemendes, DPMD Jabar, Akademisi & Wirausaha

Pewarta : Dwi Arifin S.Pd
Koran SINAR PAGI (Kuningan)-, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Barat membina Bumdes dengan menghadirkan Kemendes, akademisi, dan wirausaha. Dalam acara workshop dengan tema peningkatan pemasaran produk perdesaan di Hotel Grage Sangkan Kuningan pada 10-11 april 2019. Hadir sebagai peserta pengurus Bumdes, tenaga ahli dan DPMD tingkat Kabupaten wilayah priangan dan pantura.

Digital Camera

Dalam paparan narasumber dari Fasilitator Kemendes, Dimas Triambara S.P.P, S.I.Kom menyampaikan kepada para peserta tentang pentingnya menejmen Bumdes dan pelaporan keuangan yang ideal. Undang – undang desa tahun 2014 sudah sangat pro kepada Bumdes. Dengan memberikan kewenangan kepada Bumdes untuk mengelola potensi desanya.
Jadi saat ini Bumdes harus memiliki langkah dengan kewenangannya berusaha untuk menganalisa potensi produk di desanya, membangun model bisnis, menargetkan siapa konsumennya, dan membuat laporan keuangan untuk disampaikan kepada pihak terkait.
Dimas mengingatkan agar pengurus bumdes atau yang mengawasinya harus memiliki kapasitas social entrepreneur untuk menejmen dan laporan keuangan Bumdes. Sesuai dengan standar akuntansi dari Ikatan Akuntan Indonesia yang direkomendasikan BPK pusat. Karena kedepannya pengurus Bumdes akan diaudit secara menyeluruh. Tentang modal dari pemerintahnya ke mana, untuk apa, barangnya ada atau tidak, laporannya sesuai atau tidak? Audit ini akan dimulai pada 2019. Oleh karena itu Dimas menyarankan agar pengurus Bumdes meningkatkan transparansi kepada publik. Misalnya membuat laporan keuangan yang disampaikan melalui media social yang dapat diakses warga desanya.

Digital Camera

Selanjutnya Dr. Diana Sari M.Mgt, Ph.D dari fakultas ekonomi Universitas Pajajaran menyampaikan tentang peningkatan pemasaran dan hubungan baik dengan konsumen. Produk yang dikelola Bumdes harus terus disesuaikan dengan kebutuhan pasar melalui standar produk dan legalitasnya. Bukan hanya itu SDM pengelola Bumdespun kapasitasnya harus terus ditingkatkan.
Bumdes juga harus mampu memaksimalkan pemasaran online atau offline. Maka persiapkan segala sesuatu untuk membangun pasar online yang sudah ada seperti tokopedia.com, bukalapak.com, dan lainnya. Karena mereka menurut digital marketing sudah memiliki kunjungan kosumen yang banyak setiap harinya
Diana juga menyarankan agar pihak pengurus Bumdes tetap eksis dalam kegiatan temu bisnis. Karena akan membuka jaringan untuk kolaborasi. Pihak pemerintah melalui workshop ini sudah memfasilitasinya, selanjutnya Bumdeslah yang harus memanfaatkan dan melanjutkan temu bisnis ini.
Diana saat menjadi narasumber memberikan tips membangun hubungan baik dengan konsumennya. Mulai dari mendapatkan, memperluas, menjaga, dan bekerjasama dengan konsumen. Jangan sampai setelah konsumen belanja sudah beres tidak berlanjut untuk membangun hubungan yang lebih dekat. Maka penting mengetahui identitas konsumen secukupnya untuk modal melanjutkan hubungan yang berkelanjutan.
Bumdes juga harus mampu mengahadirkan berbagai program untuk peningkatan produk dan daya saing kedepannya. Pada dasarnya konsumen lebih tau tentang produk kita dan apa yang dibutuhkan kedepannya. Maka Bumdes harus mampu menampung masukan dari konsumen.
Dalam padangan Diana Indonesia ini sangat kaya, bukan hanya sumber daya alam dan manusianya. Maka perlu adanya kolaborasi antara pemerintah, media, akademisi dan lainnya untuk memajukannya. Karena tidak ada orang yang maju sendiri tanpa bantuan orang lain.

Digital Camera

Pada ahir acara hadir Narasumber dari Dir. PT Angsana Bangun Abadi Fauzy Agus S.H yang membahas tentang profosal dan analis usaha. Pada dasarnya menurut pandangan Fauzy semua bisnis yang bertahan maju bermodal kejujuaran. Karena kejujuran ini yang akan membangun kepercayaan dari konsumen. Kejujuran dari kualitas produknya, harga dan ketepatan waktunya.
Selain kejujuran agar Bumdes maju maka perlu pembaharuan teknologinya dan keilmuan dari pengurusnya. Negara lain juga bisa maju dan kuat, diantaranya karena teknologinya. Setelah semuanya kuat targetkanlah untuk menjadi leader bisnis dengan menghadirkan produk yang tidak digeluti oleh pihak lain mengikuti perkembangan zamannya.
Sekarang ini sudah canggih, jangan sampai Handphone yang kita pegang hanya untuk chatting atau ngobrol seneng-senengan. Tapi harus dimanfaatkan untuk bisnis, karena ini era digital konsumen mulai banyak hadir di pasar online.
Fauzy menyimpulkan agar pengurus Bumdes tidak ragu atau malu untuk konsultasi kepada orang yang sukses berbisnis. Gunakan juga analisis SWOT atau bisnis plan untuk meningkatkan kualitas produk hingga kualitas hidupnya. Dengan adanya pemerintah sebagai pembina, dan memberi investasi, maka semua pihak harus berbarengan untuk membangun negara yang mandiri dan mampu ekpor.

(35)