Sikapi Permasalahan PKH, Warga Desa Tanjung Temiang Temui Bupati di “Ngopi OI”

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Heri Kusnadi

Koran SINAR PAGI, Ogan Ilir,– Program Ngopi Bareng Bupati OI (Ngopi OI) H.M Ilyas Panji Alam dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat Ogan Ilir dalam menyampaikan berbagai aspirasi mulai dari permasalahan Program Keluarga Harapan (PKH) hingga Kasus  Orang Gila (Orgil).

Pada Ngopi OI  kali ini, Jum’at (29/03/19) Bupati OI diwakili oleh Sekda H Herman MM didampingi Asisten II Mukhsin Abdullah MT dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah menerima aduan dari masyarakat.

Seperti yang disampaikan oleh Yulia Enita warga Desa Tanjung Temiang Kecamatan Tanjung Raja meminta kepada Bupati agar adiknya bernama Ronaldo merupakan anak yatim piatu dimasukkan sebagai penerima PKH. 

“Kami meminta agar Ronaldo dimasukkan sebagai penerima bantuan PKH, karena kami merasa kurang mampu untuk membiayai sekolah maupun untuk makannya sehari-hari,” ujarnya.

Lain halnya yang disampaikan oleh sumarni (60) tahun mengadukan tentang anak laki-laki nya yang mengalami gangguan jiwa sejak lama dan saat ini terus menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang. 

“Dalam menjalani perawatan tersebut dibutuhkan banyak biaya antara lain biaya obat dan biaya tranportasi tiap bulan ke palembang untuk mengecek kondisi yang bersangkutan. “Untuk itu saya meminta kepada Bupati agar memperhatikan nasib anak saya,” ujar Sumarni

Menanggapi hal tersebut Bupati OI HM Ilyas Panji Alam yang diwakili oleh Sekda OI mengatakan berbagai persoalan yang disampaikan warga sudah ditampung dan diinstruksikan kepada dinas terkait segera menindaklanjuti hal tersebut,” ujar sekda H Herman

Menindaklanjuti instruksi dari Sekda Kepala Dinas Sosial Irawan Sulaiman melalui Kabid Hj Sri Minarni mengatakan Dinas Sosial sudah ada program bagi anak bermasalah hukum dan sosial. Pihaknya sudah mendata anak tersebut dan dalam waktu dekat akan diberikan bantuan berupa Tas, buku dan peralatan sekolah lainnya,” ujar Sri.

Sedangkan untuk Minarni yang mengadukan gangguan jiwa anaknya. Dalam waktu dekat Petugas Kesehatan Dinkes dan Pendamping Disabilitas Dinas Sosial akan turun kelapangan guna mengecek secara langsung keadaan yang bersangkutan,” pungkasnya.

Pos terkait

banner 468x60