Siswa SMAN USBN Kertas Pensil? Fasilitasnya Dipakai Simulasi UNBK SMP

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta: Dwi Arifin S.Pd

Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Akibat terjadi jadwal yang bersamaan untuk pelaksanaan simulasi UNBK SMP dengan pelaksanaan USBN berbasis komputer tingkat SMA. Dampaknya SMA memutuskan untuk mengalah dengan melaksanakan ujian berbasis kertas pensil. Hal ini terjadi di SMAN 1 Dayeuhkolot kabupaten Bandung. Pihak sekolah berharap adanya penyesuaian jadwal yang dibuat oleh pemerintah pusat dan provinsi untuk mensikapi kurangnya fasilitas ujian berbasis komputer di tingkat SMP kedepanya.

Kegiatan USBN Berbasis Komputer di SMAN 1 Dayeuhkolot tidak terlaksana maksimal. Karena pihak sekolah harus menyambut tamu dari SMPN 1 Dayeuhkolot untuk simulasi UNBK yang berlangsung 2 hari. Sehingga siswa SMAN 1 Dayeuhkolot hari ini dan esok melaksanakan USBN  berbasis kertas pensil.

Taryono Ketua pelaksana USBN SMAN 1 Dayeuhkolot menjelaskan “USBN berlangsung mulai dari 18 maret 2019 dengan mata pelajaran PABP / pendidikan agama, kimia dan sosiologi. Pelaksanaan USBN hari ini dan hari esok berbasis kertas pensil. Karena fasilitas komputer dan jaringan internetnya dipakai simulasi SMPN 1 Dayehkolot”

Saat ditanya apakah tidak bisa diundur simulasi UNBK dari SMPN 1 Dayeuhkolotnya? Tayono menjawab kegiatan simulasi tidak bisa diundur, karena itu jadwal dari pusat. Sedangkan SMA mengikuti jadwal dari pemerintah provisni. Jadi SMA mengalah untuk SMP. Karena sama-sama lembaga penyelenggara pendidikan harus saling mendukung, jelasnya saat dikunjungi wartawan (18/3/2019).

Taryono juga memaparkan tentang pelaksanaan USBNnya. Untuk kedepannya USBN hingga UNBK akan berlangsung berbasis komputer dan android. Dengan jumlah peserta 448 siswa. Dari total siswa hanya satu hari ini yang tidak hadir atas nama Niken, karena dia sedang sakit dan dirawat di Jakarta.

Taryono juga mengungkapkan tidak ada penyitaan kartu ujian, jika masih ada tunggakan biaya. Sekolah ini sudah gratis, tidak ada SPP bulanan yang ada hanya iuran tabungan dan kegiatan siswa.

Dan untuk mata pelajaran agama hanya ada agama islam dan 15 siswa non muslim (Kristen katolik dan protestan). Tidak ada Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) untuk mata pelajaran pendidikan kepercayaan seperti di daerah lain.

Taryono juga menyimpulkan bahwa kegiatan USBN dari pagi hingga pukul 11:30 wib berlangsung kondusif dan tanpa kendala.

Pos terkait

banner 468x60