Kongres Advokat Indonesia (KAI) Menunggu Lahirnya Presiden Baru

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : RS

Koran SINAR PAGI, Jakarta,- Salah satu organisasi besar perkumpulan para advokat, Kongres Advokat Indonesia (KAI) yang lahir pada 30 Mei 2008, mulai menunjukan dinamika organisasi setelah berusia lebih dari 10 tahun.

Pasca Idul Fitri 1440 H atau setelah 4-6 Juni 2019 diharapkan akan ada Kongres III dari Kongres Advokat Indonesia (KAI) yang tujuan utamanya adalah suksesi kepemimpinan puncak dari KAI sesuai amanat yang tertulis dalam AD/ART organisasi.

Wakil Sekretaris Jenderal KAI, Juju Purwantoro, SH. MH berharap, Kongres III KAI menghasilkan kepemimpinan baru, Presiden KAI periode 2019 – 2024 mampu membawa kemajuan lebih baik lagi, setelah era kepemimpinan yang dilaksanakan oleh Presiden KAI Tjoetjoe Sandjaja Hernanto SH.

“Kesuksesan atau keberhasilan kepemimpinan yang telah dicapai oleh Tjoetjoe hendaknya dapat dilanjutkan oleh Presiden KAI yang baru. Sehingga perlu kesiapan Kepanitiaan yang benar-benar mampu menangkap aspirasi kepengurusan di tingkat daerah”, kata Purwantoro, Rabu (13/03/19) di Jakarta.

Menurut Purwantoro lebih lanjut, KAI di bawah kepemimpinan Presiden KAI Tjoetjoe telah berjuang membangun KAI bangkit menuju peradaban baru Advokat Indonesia dan saat ini KAI telah mencapai fase memajukan kesejahteraan anggota sebagai prioritas utama dalam kebijakan KAI.

“Salah satu prestasi KAI adalah menjadi pelopor Single identity Number di Indonesia, prestasi kemudian diikuti oleh pemerintah Indonesia seperti yang diakui oleh Direktur Jenderal Kependudukan dan pencatatan sipil Kemendagri, Prof.DR.Zudan Arif Fakhrulloh,SH.,MH para acara Rakornas Dukcapil se Indonesia di Gorontalo pada 18 Mei 2017”, pungkasnya.

Pos terkait

banner 468x60