Iskandar Pertanyakan Pemindahan GOR

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta ; Imam K

Koran SINAR PAGI, Bangka,- Dalam rencana pembangunan jangka menengah yang pada waktu itu Bupatinya masih dijabat H. Tarmizi Saat, menyatakan bahwa pembangunan Gelanggang Olah Raga (GOR) itu akan di bangun di kawasan eks tambang 23(pramuka) Sungailiat,Bangka.

Hal itu jelas pada saat kami rapat anggaran,namun anehnya begitu anggaran APBN mau dikucurkan kok bisa berubah GOR itu akan di bangun di desa Air Anyir kecamatan Merawang,ini yang kita pertanyakan ,kata Iskandar anggota DPRD Bangka dari Fraksi PDIP.ketika di temui wartawan KSP di kediamannya,Sabtu (16/3)

Menurutnya kalau kita hitung jarak tempuh antara GOR S yang ada sekarang dan terletak dekat dengan provinsi dengan GOR yang rencananya akan di bangun di kawasan desa Air Anyir berapa jaraknya,itu.perlu kita kaji lagi.

Memang untuk alasan pemekaran wilayah itu syah-syah saja tetapi bukan seperti GOR untuk memekarkan,memperindah ataupun memperluas wilayah,kritik Iskandar dari komisi I DPRD Bangka ini.

Tetapi kata Iskandar berdasarkan pengalaman saya untuk memperluas wilayah adalah peran serta dari rakyat sendiri yang bisa meramaikan dan datang untuk bermukim ditempat tersebut.

Jadi salah satu alternatipnya adalah membangun perumahan bukan GOR sebab jarak tempuh antara GOR yang ada sekarang d dengan yang akan di bangun terlalu dekat,ungkapnya.

Iskandarpun sempat mempertanyakan tentang lokasi dan status hukum tanahnya apa sudah ada kejelasan apa belum.
Sebab kalau tanah itu hibah dari pemerintah desa coba chek dulu sejauh mana kebenarannya apakah tanah itu punya rakyat,pribadi atau milik perusahaan.papar Iskandar.

Bahkan dengan tegaskan Iskandar mengatakan kalau memang milik pemerintahan desa, patut kita tanyakan dulu kepada masyarakat setuju atau tidak karena banyak yang akan dibutuhkan oleh masyarakat setempat khususnya desa Air Anyir kalau itu memang milik desa.

Ketika disinggung apakah pemindahah Lokasi GOR dari eks tambang 23 ke desa Air Anyir kecamatan Merawang ada pemberitahuan,di akui Iskandar masalah GOR ini memang pernah di bahas di badan anggaran (banggar) DPRD kabupaten Bangka bersama Tim TPAD Bangka dan itu berdasarkan rencana pembangunan ketika masih Tarmizi saat menjadi Bupati dan kami berpatokan dengan hal itu secara hukum syah.

Secara logika memang memungkinkan karena eks kawasan tambang 23 berada di pinggir ibukota kabupaten Bangka, terangnya.

Yang jelas pemindahan lokasi GOR tersebut kami tidak tahu siapa,tapi laporannya sudah dipindahkan ujar Iskandar.

Makanya saya pertanyakan pada saat rapat anggaran kemarin,bukan saya tidak setuju apalagi di bangun di desa saya sendiri tetapi harus dilihat dan disesuaikan dengan kebutuhan dan azas manfaatnya.jelasnya.

Bahkan Iskandar mengutarakan hasil kunjungan kerjanya ke beberapa daerah bahwa kantor Disporanya berada di dekat GOR itu sendiri,nah pertanyaan saya apakah mau kantor Dispora kabupaten Bangka berkantor di GOR tersebut kedua apakah masyarakat kota Sungailiat mau berolah raga kesana, pungkas Iskandar.

Pos terkait

banner 468x60