Pensiunan Buruh Ptpn7 Cinta Manis Gelar Aksi Unjuk Rasa

Pewarta : Heri Kusnadi

Koran SINAR PAGI, Ogan Ilir,- Sekitar 75 orang pensiunan buruh Ptpn7 Cinta Manis melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung kantor unit Pelayanan Ptpn7 Cinta Manis, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (14/03/19), menuntut haknya selama hampir 2,5 tahun yang belum diberikan oleh perusahan BUMN Ptpn7 Cinta Manis.

Menurut Koordinator Aksi, Dedi Krisna perwakilan dari Serikat Buruh Serbu, aksi unjuk rasa tersebut dilakukan karena sudah hampir dua tahun lima bulan, hak- hak normatif sebagai buruh belum diberikan perusahan.

Para pensiunan buruh ini meminta secepatnya direalisasikan, “Kita sudah sampai ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan dan Dinsaker Propinsi tapi sampai sekarang belum ada penyelesaian,” tuturnya.

Tuntutan para buruh SB Serbu Ptpn7 Distrik Cinta Manis Ogan Ilir tersebut antara lain,
1. Bayarkan seluruh hak normatif pekerja sesuai dengan ketentuan undang -undang yang berlaku seperti: BPJS Ketenagakerjaan/ kesehatan, upah dibayar dibawa Sumsel. Lembur, dirumahkan dll.
2. Bayarkan hak normatif para buruh yang sudah pensiun ketika haknya waktu masih aktif bekerja yaitu: kekurangan pembayaran jamsostek/BPJS, hak atas pembayaran pensiun, dan ada dugaan tindak pidana korupsi.
3. Mendesak kepada penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) cq. Kadisnaker Propinsi Sumatera Selatan untuk segara menyelesaikan tahap I atas dugaan perkara tindak pidana dibidang Ketenagakerjaan UU.RI NO 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan pasal 90 dan UU.RI Tahun 2000 tentang serikat buruh pasal 28 yang sekarang sudah ditetapkan 3 orang sebagai tersangka dan sedang ditangani kasus ini oleh pihak kejaksan tinggi sumatera selatan.

Sementara, Asisten Kepala SDM dan Umum Ptpn7 Cinta Manis, Abdul Hamid menilai ada perbedaan antara keinginan dari Serikat Buruh Serbu dan aturan yang ada.

“Unjuk rasa Serikat Buruh ini bermula dari adanya Permen No 19 tahun 2012 yang menyatakan bahwa semua tenaga kerja yang bersifat harian dapat di outsourcing (OS) kan seperti sopir dan Satpam dikembalikan ke PJTK dan BPJP,” terangnya.

Dan setelah dilakukan mediasi di tingkat Propinsi, lanjutnya, dari 34 orang dari 48 tenaga sopir dan Satpam bersedia melanjutkan bekerja dengan persyaratan yang disepakati, sementara 14 orang lainnya belum terselesaikan, sehingga Disnaker Propinsi Sulsel memberi himbauan kepada pihak Ptpn7 Cinta Manis untuk memberikan pesangon kepada 14 orang yang tidak dipekerjakan kembali itu.

“Ketika himbauan tersebut kami laksanakan, ternyata dari 14 orang hanya 3 orang saja yang sudah bersedia mengambil pesangon bagi 11 orang lainnya, kapanpun mau mengambil pesangonnya, kami siap berikan,” tandasnya.

(113)