Pimpinan Dhanagun Didesak Tuntaskan Kasus Diskriminasi Wartawan oleh Panitia CGM 2019

Pewarta : RS/Ahyar

Koran SINAR PAGI, Kota Bogor,- Ketua Dewan Pembina Pokja Wartawan Kota Bogor Drs.H.Bustanul Daham.M.Si mendesak Guntur selaku Pimpinan Vihara Dhanagun sebagai Penanggungjawab Festival Bogor Street Cap Gomeh 2019 untuk menuntaskan polemik atas tindakan tidak menyenangkan terhadap Wartawan Anggota Pokja Kota Bogor oleh Panitia CGM bernama Jogi Hutabarat.

Meskipun Saudara Jogi telah memberikan klarifikasi atas tindakannya, namun ucapannya yang mengatakan banyak wartawan yang meliput menggunakan kamera handphone Wartawan yang tidak jelas, merupakan pelecehan terhadap Jurnalis (Contemp of Jurnalist) yang perlu dikutuk.

“Apalagi langkah Arifin Himawan selaku Ketua Panitia dinilai lambat menangani permasalahan tersebut, seakan akan sengaja membiarkan persoalannya berkembang dan dapat merusak reputasi kegiatan Cap Gomeh sebagai kegiatan Budaya yang sudah mendunia”, ujarnya.

Sebagaimana dikemukakan oleh Korwil Kota Bogor Forum Pers Independent Indonesia Ibrahim Hermawan bahwa tindakan Jogi Hutabarat itu adalah suatu bentuk diskriminasi dan tindakan pelecehan terhadap tugas wartawan.

Seharusnya dia melek technologi. Seiring jaman yang serba canggih ini, apapun bisa dilakukan melalui gadget (handphone) terutama media online agar lebih efektif dan cepat dalam menyampaikan hasil peliputan ke redaksi”, ujar Ibrahim.

Sementara itu kembali dijelaskan bahwa Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Kota Bogor sudah mengatur langkah-langkah yang akan diambil jika permasalahan ini tidak segera dituntaskan.

“Kami jajaran Pengurus Pokja Wartawan Kota Bogor berencana melaporkan tindakan tidak menyenangkan oleh Panitia CGM kepada pihak yang berwajib. Oleh karena itu sebelum persoalan ini berkembang kearah yang tidak menguntungkan, sebaiknya Bapak Guntur turun tangan menuntaskan persoalan ini”, tambah Bustanul Daham lagi.

(28)