KKN Uniga Lakukan Bedah Rumah

Pewarts : Agus Lukman

Koran SINAR PAGI, Kab. Garut,-KKN Tematik Mahasiswa Universitas Garut (Uniga) ditekankan memberikan bayak edukasi bagi masyarakat, terbukti oleh program kerja unggulan Kelompok 26 Sukajaya 2 Bakti Sosial (Baksos) berupa Bedah Rumah, sandang, pangan dan memperbaiki instalasi listrik.

Ketua Kelompok 26 Sukajaya 2, Sopian Subagja yang didampingi Bagian Publikasi dan Dokumentasi, Ratna Wulansari mengatakan, pihaknya melaksanakan program kerja unggulan tersebut di Kampung Cisalak, RT04/03, Desa Sukajaya, Kecamatan Cisewu.

“ kami melakukan bedah rumah milik Kakek Umban yang tidak layak huni, Rumah yang dihuni Kakek Umban dan Nenek Entim berukuran 4 x 5 meter. Kondisinya sangat memprihatinkan,” kata Ratna, Senin (11/2/2019).

Proses terlaksananya bedah rumah berkat bantuan dari para donatur dan antusias masyarakat sekitar yang bersemangat gotong royong membantu pembangunan rumah milik pasangan suami istri sepasang lansia tersebut.

“ Dengan bantuan para donatur dan sekitar 50 warga, proses pembangunannya rampung dalam dua hari. Tak hanya itu, Kami pun memasang instalasi listrik di rumah Kakek Umban. Perasaan bangga dan haru kami rasakan. Di sini kami benar-benar merasakan apa yang namanya perjuangan, kerja sama tim, kebersamaan gotong royong dengan masyarakat dan rasa bersyukur. Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain,” sambung Ratna.

Ratna mengaku, rasa lelah terbayarkan ketika melihat wajah sepasang suami istri tersenyum bahagia dan haru bisa menempati rumah yang layak.

“ Terima kasih kepada seluruh donatur dan warga setempat yang telah membantu proses bedah rumah. Semoga tenaga, materi dan pikiran yang disumbangkan menjadi ladang amal kebaikan serta dibalas Allah SWT,” pungkas Ratna.

Sementara Kakek Umban mengaku terharu mendapat bantuan dari mahasiswa Uniga KKN Kelompok 26 Sukajaya 2. Bagaimana tidak, selain tempat tinggalnya menjadi layak huni, dia juga mendapat bantuan beras, minyak, kerupuk, selimut, bantal dan alat mandi.

“ Hatur nuhun kana kasaeanana. Bapak mah teu tiasa ngabales kunanaon, mung tiasa nyanggakeun ka Allah SWT (Terima kasih. Bapak tidak bisa membalas dengan apapun, hanya menyerahkan pada Allah SWT,” singkat Umban.

(10)