Rizal Ramli : Demokrasi Di Indonesia Demokrasi Kriminal, Uang Negara Bocor Rp 75 Trilyun Per Tahun

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Jeky

Koran SINAR PAGI, Sumedang, – Kondisi demokrasi Indonesia mendapat sorotan tajam dari Rizal Ramli yang pernah menjabat menteri di era Presiden Gusdur juga Jokowi.

Dinilai Rizal, demokrasi yang berlangsung di Indonesia prakteknya sama dengan di Amerika, partainya yang tidak dibiayai negara, namun di Amerika politisinya sudah kaya – kaya, kebanyakan mereka punya perusahaan besar hingga untuk menghidupi partai mereka menyumbang nya.

Sebaliknya kondisi itu berbeda dengan di Eropa, dimana partainya, dikata Rizal, biayanya ditanggung negara sepenuhnya.

“Polititisi di Amerika orangnya sudah kaya – kaya hingga mereka menyumbang ke partai untuk menghidupinya, sementara di Eropa partai dibiayai sepenuhnya oleh negara seperti di German, Skandinavia, Perancis, Ingggris, Australia, New Zeland”, ujar Rizal saat di acara Ngobrol Bareng, bertema, Peran Serta Masyarkat Milenial Dalam Srategi Eknomi Indonesia Untuk Mewujudkan Misi Visi Indonesia 2020, di Stimik Unsap Sumedang (Jumat, 8/2/19).

Kondisi Demokrasi Indonesia nengikuti demokrasi di Amerika sementara orang – orang nya kondisinya tidak sama, maka akibat di Indonesia tejadi kebocoran uang negara hingga Rp 75 Trilyun per tahun.

“Lebih dari 200 bupati dari 350 kepala daerah di Indonesia masuk penjara, Gubernur juga ada yang masuk penjara”, ujar Rizal.

“(Oleh karenanya) 12 tahun lalu saya pernah menulis di Jakarta Post, dengan judul, Indonesian Criminal Democrasi, atau demokrasi kriminal Indonesia, tetapi pemimlpin redaksinya ketakutan hingga di rubahnya menjadi demokrasi yang ternoda”, ujar Rizal Ramli.

Kondisi itu harus dirubah dengan kondisi yang lebih transparan hingga menghasilkan demokrasi yang amanah.

“Biaya untuk membiyai partai di Indonesia Rp 30 Triyun, hingga kita bisa menghemat dari kebocoran Rp 75 Trilyun “, terang Rizal.

Oleh karenanya, Rizal berpendapat, demokrasi di Indonesia harus segera dirubah.

“Untuk memperbaiki demokrasi Indonesia harus ke demokrasi yang lenih transparan hingga nantinya menghasilkan demokrasi yang amanah”, tukasnya.

Pos terkait

banner 468x60