Personil Yonif 726 Bersama Kodim 1425 Membuat Rakit Untuk Alat Penyebrangan Di Sungai Munte

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Awing

Koran SINAR PAGI, Jeneponto,- Banjir bandang yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Jeneponto, Selasa, 22 Januari 2019 lalu, berakibat pada rusaknya beberapa Infrastruktur, tidak terkecuali Jembatan Sungai Munte, Desa Bontomatene Kecamatan Turatea.

Akibat derasnya arus air, jembatan yang menghubungkan Desa Bontomatene – Desa Mangepong – Desa Tanjonga dan Desa Bululoe ke Kabupaten Gowa ini terputus, bahkan ada beberapa sekolah yang sempat diliburkan karena para pelajar dan warga masyarakat tidak bisa mencapai lokasi sekolah dan tempat tujuan lainnya.

Namun kendati dianggap sangat berbahaya, tak sedikit warga yang nekad menyebrangi sungai, seperti yang dilakukan oleh sejumlah siswa MTs dan Aliyah Pondok Pesantren Munte yang berlokasi di Kecamatan Turatea, untuk tetap bisa bersekolah mereka nekad nyeberangi Sungai Munte dengan menggunakan seutas tali yang diikat diseberang sungai.

Melihat kondisi seperti itu, personil Kodim 1425 Jeneponto yang dikomandoi oleh letkol Sugiri bersama dengan Jajaran Polres Jeneponto yang komandoi AKBP Hery Susanto serta beberapa pihak lainnya, berinisiatif membuat sebuah rakit dari drum plasik dan bambu sebagai alat menyeberang sementara para siswa dan guru agar bisa mencapai lokasi sekolah.

Dengan rakit yang diikatkan dengan tali dikedua belah sisi sungai ini sedikitnya bisa memperlancar aktivitas transportasi warga, terutama para pelajar untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Warga yang menyaksikan aksi Anggota TNI – Polri ini mengaku sangat senang dan terbantu, “Kami warga masyarakat Munte dan sekitarnya sangat berharap kepada Pemerintah agar jembatan yang terputus ini segera diperbaiki,” harap salah satu warga.

Pos terkait

banner 468x60