scholarship essays on why you deserve it write my essay 4 me reviews research paper generator free essay on influence

Hiwapa Inginkan PKL Tampomas Ditata Dengan Roda Artistik

Pewarta : Jeky

Koran SINAR PAGI, Sumedang,- Warga Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Tampomas menginginkan penataan yang akan dilakukan terhadap para PKL dilakukan dengan cara ditata menggunakan roda artistik, dan tetap berjualan di Jalan Tampomas. Hal itu penting karena para pedagang tetap menolak direlokasi ke pasar Inpres yang berada ditempat sampah dengan kondisi bau menyengat, kata Ketua Hiwapa.

“Kami tetap menolak karena tempat yang akan direlokasi tidak representatif, tidak layak huni, dan tidak layak jual”, tegas Ketua Hiwapa, Asep Rohmat Hidayat kepada koransinarlpagijuara.com di sekretariat Hiwapa Jalan Tampomas, Kamis (31/01/19).

Ketua Hiwapa, Asep Rohmat Hidayat

Dengan begitu lanjut Asep lagi, mending kami ditata dengan tetap berjualan di Jalan Tampomas tetapi kami berjualannya menggunakan roda artistik hingga terlihat rapih.

“Roda itu menurut data pedagang dikami jumlahnya mencapai 135 dan total semuanya dengan pedagang yang tidak aktif ada 200, tentunya penataannya disesuaikan dengan kondisi lapangan hingga benar – benar terlihat menarik hingga para pembeli bisa berbelanja dengan nyaman”, tukas Asep.

Bahkan lanjut Asep, jika pemerintah keberatan untuk memodali pengadaan roda itu, pihak Hiwapa siap melakukan.

“Kami siap membuatkan roda itu jika pihak pemerintah Sumedang tak mau melakukan”, tegasnya.

Dengan roda artistik ltu harapan kami, ucap Asep, pedagang akhirnya bisa berjualan secara permanen ditempat itu.

“Jadi kami tak perlu berjualan di tempat Inpres yang tidak representatif, tidak layak huni dan tidak layak jual tersebut”, tegas Asep lagi.

Dijelaskan Asep, waktu berjualan hanya selama 7 jam, dimulai dari pukul 08.00 wib hingga pukul 15.00 wib sore.

Dan seusai berjualan roda – roda artistik itu akan di bawa oleh pedagang ke tempat penampungan yang telah disiapkanya.

“Intinya Jalan Tampomas itu seusai kami melakukan aktifitas jualan, kembali kosong”, pungkas Asep.

(87)